Ki Lawu Warta, budayawan yang memparakarsai kirab budaya sedekah Hersamirana mengungkapkan, pentingnya masyarakat menjaga empat anasir kehidupan di alam semesta yaitu, air, angin, bumi dan api agar senantiasa tercipta hamonisasi lingkungan.
“Oleh sebab itu dalam acara kirab budaya kami mengambil tema sedekah hersamirana merawat catur kiblat, meruwat manusia yang artinya, menjaga ruang kehidupan atau menjaga keberlangsungan sumber udara/ oksigen di alam semesta. Dengan cara melakukan penanaman pohon di pinggir sungai’ Terangnya.
Melalui kegiatan budaya, generasi muda di ajak bersama sama memahami tentang makna hidup. Bahwa hidup juga harus memberi hidup dan memahami sejatinya sang pemberi hidup. Kesadaran yang di bangun melalui pemahaman catur kiblat akan menjadikan setiap orang memahami bagaimana hidup harus saling menghormati dan berbagai.
Baca juga : Melawan lupa, Maklumat Sinuhun Nagari Surakarta
Saling menjaga hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan Sang Maha PenciptaNya. Memiliki rasa tanggung jawab terhadap adat, tradisi dan adi luhung budaya bangsa, sebagai sebuah tolok ukur tingginya nilai moral, ahklak, adab dan budi pekerti manusia dalam sebuah bangsa, ujarnya.
Selain melakukan penanaman pohon di bantaran sungai, warga kampung Krajan bersama Kepala Kantor Kalurahan Sumber, juga menebarkan ribuan bibit ikan di kali pepe yang ber muara di bendung Tirtonadi. / Tok




















Komentar