oleh

Greenhouse Solar Driyer Dome, Tehnologi Pengering Biji Kopi Ramah Lingkungan

LOKABALI.COM-LPPM Universitas Dian Nuswantoro bekerja sama dengan Kelompok tani Omah Kopi Ngemplak, Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Sabtu siang (14/8) menggelar pelatihan aplikasi pemasaran berbasis web Marketplace, pemasaran Digital berbasis web Marketplace, serta pelatihan dan pemanfaatan alat pengering kopi Greenhouse Solar Dryer Dome.

Keterangan gambar : Para peserta pelatihan bersama Prof.Kusmiyati dan para petani kopi ngemplak./ foto: lokabali

Pelatihan di lakukan dalam rangka program pengabdian masyarakat untuk membantu dan memajukan petani kopi agar dapat mengolah kopi secara maksimal melalui pemanfaatan Greenhouse Solar Driyer Dome ‘ Jelas Prof. Kusmiyati, ST, MT, Phd, selaku dosen Universitas Dian Nuswantoro penggagas Greenhouse Solar Driyer Dome untuk pengering kopi yang di danai dari Kemenristek Dikti.

KSU-Pemogan

Selain memanfaatkan sinar matahari untuk Greenhouse Solar Driyer Dome, energi tersebut juga di manfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai energi penggerak blower, lampu dan pompa penyedot air.

Keterangan gambar : Proses pelatihan program pengabdian masyarakat Universitas Dian Nuswantoro/ Foto: Lokabali

Harapanya melalui proses pengeringan yang baik, dapat di hasilkan kualitas kopi unggulan yang mampu memiliki nilai ekspor tinggi di luar negeri. Karena rasa dan aromanya dapat terjaga melalui proses pengeringan di dalam Greenhouse.

‘ Waktu pengeringan juga lebih cepat dan tidak mudah berjamur ‘ Terang Prof. Kusmiyati menambahkan.

Greenhouse Solar Driyer Dome yang di gagas Prof. Kusmiyati baru pertama kali dan satu satunya rumah pengering kopi yang memanfaatkan energi surya. Greenhouse Solar Driyer Dome merupakan bangunan seluas 5 x 10M yang di tutup plastik UV dengan rangka terbuat dari bambu atau besi.

Di dalam bangunan Greenhouse terdapat blower yang di pakai untuk meratakan suhu panas, sehingga biji kopi yang disusun bertingkat di atas rak dapat kering secara merata.

Tehnologi Greenhouse Solar Dryer Dome di akui Eko Budi, selaku petani omah kopi ngemplak sangat ramah lingkungan. Selain cita rasa dan aroma kopi yang masih asli tidak hilang saat di keringkan, suhu panas yang di dapat di dalam Greenhouse juga jauh lebih tinggi jika di bandingkan dengan pengeringan tradisional.

Terdapat selisih waktu sekitar lima hari. Pengeringan tradisional dengan cara di jemur langsung di bawah sinar matahari memakan waktu 22 hari, sedangkan proses pengeringan di dalam Greenhouse hanya perlu waktu 17hari.

‘ Petani juga tidak perlu bingung jika turun hujan, sebab di dalam Greenhouse biji kopi aman dan terlindungi dari tetesan air hujan’ Ujarnya.

Greenhouse Solar Driyer Dome karya Kusmiyati di akui para petani kopi akan semakin mempermudah proses pasca panen. Sebab kendala yang di hadapi para petani untuk menghasilkan kopi kualitas sebenarnya ada di proses pasca panen. Sehingga dengan adanya Greenhouse Solar Driyer Dome kualitas kopi asli Boyolali dapat di tingkatkan. / Jk



Komentar

Berita Lain