oleh

ITB STIKOM Bali Kembangkan Aplikasi Tracing Kontak Covid-19

LOKABALI.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng ITB STIKOM Bali untuk melakukan penelitian berkolaborasi dengan Bamboomedia.

Penelitian yang dilakukan yakni, mengembangkan aplikasi QR Code dalam melacak mobilitas penduduk di Kota Denpasar. Aplikasi yang tengah dikembangkan ini dinamakan ‘Denpasar Contact Tracing Project’.

ITB-STIKOM-Bali

Dosen ITB STIKOM Bali Dr. Evi Triandini menjelaskan, mekanisme kerja sistem contact tracing itu berbasis pada big data. Menurut Evi, nantinya, di setiap lokasi yang banyak dikunjungi oleh masyarakat akan dipasang alat pemindai itu.

“Setiap orang yang mendatangi suatu lokasi pusat keramaian diminta untuk download aplikasi SpeedID,” kata Evi dalam presentasinya, Senin (2/08/2021).

Seperti diketahui, SpeedID telah dikembangkan oleh tim riset Bamboomedia. Dari scanning itu, tim Satgas Covid-19 akan memperoleh informasi lebih akurat mengenai jumlah orang yang terpapar maupun orang yang sempat berinteraksi dengan orang yang terpapar.

“Bagi yang telah download aplikasi SpeedID akan menerima notifikasi yang berisi informasi awal tentang potensi tertular virus corona,” jelasnya.

Menurut Evi Triandini, penanganan dengan metode aplikasi ini lebih mampu untuk memantau pergerakan orang. Sehingga lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan cara-cara lama.

Seperti diketahui Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022. Forum GPDRR diadakan oleh PBB dengan jumlah delegasi yang hadir berasal dari 193 negara. Jumlah peserta mencapai 5.000-7.000 orang. Karena itulah Bali dituntut harus bebas Covid-19.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menyambut gembira kepercayaan dari BNPB yang melibatkan kampusnya dalam proyek penelitian ini. Dia menyebut, di era pandemi Covid-19 perguruan tinggi IT memang sudah seharusnya dilibatkan secara total untuk memerangi pandemi Covid-19.

“Kampus IT sudah memiliki infrastrukur memadai, tinggal pemerintah daerah plot anggaran untuk membangun infrastruktur di masing-masing daerahnya, saya kira penanganan pandemi dengan pendekatan aplikasi akan lebih cepat teratasi, sekaligus memulihkan pariwisata Bali,” ujar Dadang Hermawan. (Way/rsn)



Komentar

Berita Lain