oleh

Sejarah Ringgit, Wayang Dalam Perjalanan Dakwah Walisongo

-Budaya-14.369 views

Pasca surutnya Panembahan Senopati Ing Ngalaga di gantikan Prabu Anyakrawati Seda Ing Krapayak, beliau berkenan menyempurnakan lagi bentuk ringgit purwa dari babon ringgit kidang kencana. Di masa itu Prabu Anyakrawati banyak melakukan penambahan dan pembangunan dalam kebudayaan ringgit purwa, utamanya pada masing masing tokohnya. Tak terkecuali tokoh raksasa yang salah satunya  memiliki taring di depan mulut yang di kemudian hari di kenal dengan nama buta cakil. Tokoh ini di pakai sebagai penanda sangkalan “ tangan yaksa tataning jalma’ yang menandakan angka tahun 1552.

Pada generasi raja Mataram selanjutnya, Sultan Agung Anyakrakusuma juga melakukan pembangunan dalam kebudayaan ringgit purwa dengan cara menyempurnakan perawakan tokoh Baladewa, Kresna, Arjuna, Sembadra, Banowati dan para punakawan.

Sementara itu peradaban ringgit purwa dari jaman ke jaman sejak pertama kali di buat oleh Prabu Jayabaya hingga saat ini, usianya tentu sudah sangat tua sekali. Sedangkan generasi ringgit purwa yang mempergunakan kulit sebagai bahan baku berlangsung dimasa Kesultanan Demak Bintoro oleh walisongo.

Ringgit sebagai media dakwah para wali tentunya tak bisa di lepaskan dari peran penting Sunan Kalijaga, yang kala itu mampu menyebarkan siar sampai kedalam lapaisan kalangan ningrat Jawa. Peran Sunan Kalijaga yang mampu menjadi tokoh sentral sejak dari jaman Majapahit akhir, Demak, Pajang hingga Mataram, membuat agama Islam makin hari makin di terima di tengah masyarakat.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain