oleh

PLKJ UNDHA AUB, Mengembalikan Akar Kearifan Melalui Kampung Njawani Di Perkotaan

-Budaya-371 views

LOKABALI.COM-Yayasan Karya Dharma Pancasila Undha AUB  bersama dengan PLKJ (Pusat Lembaga Kebudayaan Jawi), Komunitas HI (Hidup Indah) dan masyarakat Gebang Kadipiro, Solo, menggelar acara umbul donga dengan tema Kawilujengan Nagari, Ngrawat bumi, Ngruwatt manungsa

baca juga : Berharapa Keselamatan Bangsa, UNDHA AUB Gelar Umbul Donga kebangsaan

Acara umbul donga di selenggarakan dalam rangka meneguhkan kampung  gebang sebagai kampung njawani.  Sebuah kampung di tengah perkotaan yang masih mengedepankan culture kearifan local.

Keterangan gambar: Umbul donga di kampung njawani/ Foto:Lokabali

Bersama dengan para budayawan, akademisi dan Pusat Lembaga Kebudayaan Jawi yang merupakan wadah pelestari budaya jawa di perguruan tinggi AUB, UNDHA AUB mengajak masyarakat menanamkan kembali  tatanan kehidupan sosial dan lingkungan melalui akar budaya kearifan jawa yang dimilikinya.

‘ Melalui kearifan tersebut, harmonisasi kehidupan masyarakat akan terbentuk. Begitupun lingkungan alam sekitar, sehingga keselarasan antara manusia dengan manusia akan terjalin dengan baik. Begitupun keselarasan antara manusia dengan alam lingkungan dan manusia dengan Tuhan Sang Maha Pencipta-Nya.’ Ucap Ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila, Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M dalam keteranganya

Anggoro menegaskan pentingnya kearifan budaya di kembalikan lagi sebagai  dasar membangun sebuah lingkungan sosial. Menanamkan nilai nilai luhur yang ada dalam kearifan, agar masyarakat tidak melupakan jatidiri dan karakter kebangsaan yang dimilikinya. Tidak terseret arus modernisasi yang merusak mental, jati diri dan  perilaku sosial.

Sebab selain keluarga, lingkungan yang harmoni juga akan membangun perilaku mental masyarakat yang baik, jauh dari kekerasan dan perpecahan.

Sebagai perguruan tinggi yang terus berupaya menjaga nilai nilai luhur misi dan visi para pendiri atas dasar karakter kearifan budaya yang dimilikinya, UNDHA AUB tidak hanya mengajarkan para mahasiswa untuk mengenal dan mengedepankan nilai nilai luhur budaya bangsa.

Akan tetapi juga berkiprah langsung di tengah masyarakat dan mengajak mereka kembali pada akar kearifan budaya dimilikinya.

Anggoro beralasan begitu pentingnya akar kearifan bagi kehidupan sosial masyarakat saat ini. Mengingat semakin jauhnya mereka pada jatidiri budi pekerti luhur dan toleransi.

Meski di akuinya untuk membangun kampung njawani butuh komitmen bersama dengan masyarakat, namun atas kerja keras dan kemauan bersama hal itu dapat terwujud, tukasnya.

Acara umbul donga di kampung njawani di isi dengan kirab dan pagelaran wayang kontemporer, yang di tutup dengan ritual umbul donga oleh Ki Lawu Warta. / Jk

Baca : UNDHA AUB apresiasi Diskusi Budaya Forum Budaya Mataram Tentang Penyelamatan Benda Cagar Budaya

 

 

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain