oleh

Mengintip Dapur Menu Heritage, Begini Bu Menggung Membangun RM. Kusuma Sari

-Budaya, Kuliner-6.815 views

LOKABALI.COM- Di dirikan di awal tahun 70an oleh Sugiyarti Waluya Kusuma atau yang di akrab di sapa Bu Menggung, Rumah Makan Kusuma Sari sampai saat ini masih eksis menyajikan menu heritage, seperti Selat Solo, Korket, Sop Manten, Tahu Acar dan menu tradisional lainya.

Jatuh bangun di alami oleh Sugiyarti, saat awal ia merintis usaha kuliner membuka bisnis katering.

‘ Melalui tangan Pak Wiro, salah satu peracik masakan yang dulu pernah mengabdi di Keraton Kasunanan Surakarta, Kusuma Sari menyajikan menu masakan klasik perpaduan Jawa – Belanda. Dari hasil racikan tanganya, lahir ragam menu masakan yang sampai saat masih menjadi menu heritage brand Rumah Makan Kusuma Sari ‘ Jelas Herwita Titi Sekartaji, Owner Rumah Makan Kusuma Sari dari generasi ke 3 Sugiyarti Waluya Kusuma.

Keterangan gambar : Ragam menu heritage rumah makan Kusuma Sari. / Foto: Lokabali

Setelah puluhan tahun menekuni usaha katering, di tahun 1988 Bu Menggung mencoba merambah bisnis rumah makan yang di awali hanya dengan tiga buah meja makan.

BACA JUGAPermaisuri PB XIII Hadiri Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowwiyu Ki Ageng Gribig

Mengintip Menu Andalan Adhiwangsa Hotel

Perjuangan berat dari tahun ke tahun terus ia lalui, sampai akhirnya buah keberhasilan ia capai, meski tantangan dalam bisnis kuliner tiap tahun akan semakin bertambah berat, seiring semakin banyaknya menu kekinian yang mulai tumbuh dan merambah pasar kuliner di Kota Solo.

Apalagi Solo sebagai kota kuliner, sehingga persaingan menu menjadi hal yang harus di perhatikan dalam menekuni usaha kuliner. Akan tetapi dengan tetap menjaga kualitas dan tradisi menu heritage, Rumah Makan Kusuma Sari sampai saat ini tetap masih eksis menjadi salah satu rumah makan brand milik Kota Solo.

Keterangan Gambar : Owner dan manager pengelola Rumah makan Kusuma Sari / Foto: Lokabali

‘Ke eksisan Kusuma Sari tak lepas dari pesan eyang kepada kami yang mengutamakan leladi dalam menekuni usaha kuliner ‘ Terang Herwita mengungkapan pesan Bu Menggung kepada anak cucunya.

BACA JUGA: Katuranggan Burung Perkutut Penangkal Santet

Leladi artinya melayani, namun dalam tradisi jawa makna leladi tidak hanya sekedar melayani, akan tetapi lebih kepada melayani dengan hati. Sehingga para tamu yang datang tidak hanya memperoleh pelayanan dari sisi rasa, namun juga subasita dalam melayani.

Belum ke Solo jika belum mampir ke Kusuma Sari, layak dijadikan brand. Sebab masyarakat dari luar daerah terasa belum lengkap datang ke Solo, jika belum menikmati lezatnya kuliner asli Solo. Apalagi menu heritage yang ada di Rumah Makan Kusuma Sari.

‘ Untuk melengkapi menu masakan kami juga menyajikan asian food yang di padukan dengan menu heritage, sehingga tidak mengurangi rasa heritage yang ada ‘ Jelasnya.

Sampai saat ini rumah makan kusuma sari belum membuka cabang di luarkota, hanya di beberapa mall di Kota Solo.

Hal itu di lakukan agar para pelanggan yang ingin menikmati menu heritage tidak harus berkunjung ke outlet pusat di Nonongan, namun bisa di tenant cabang.

Tak mengurangi menu heritage yang ada, rumah makan kusuma sari sebut Herwita Titi Sekartaji, juga sudah mulai menambah menu baru hasil olahan sendiri dengan tetap mempertahankan cita rasa heritage. / Jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain