oleh

Keangkeran Pertapaan Pringgondani Gunung Lawu

-Budaya, Nusantara-24.119 views

Sanggar Pamelengan Pringgondanai atau yang lebih di kenal dengan nama Pertapaan Pringgondani sebenarnya merupakan petilasan Eyang Panembahan Kotjonagoro, adik dari Sinuhun Prabu Brawijaya V.

Terdapat banyak versi cerita mengenai keberadaan Pertapaan ini, salah satu diantaranya kompleks Pertapaan Pringgodani pada zaman dahulu kala merupakan wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V pada masa pelariannya dari Majapahit, hingga berakhir di Gunung Lawu.

Sebelum mengakhiri pelarianya dan berakhir muksa di puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu, Prabu Brawijaya menyerahkan Pertapaan Pringgondani kepada adiknya yang bernama Kotjonegoro sebagai ungkapan rasa terima kasih atas pengorbanannya terhadap kerajaan Majapahit. Dan sejak saat itu Pringgondani menjadi milik Kotjonegoro sampai saat dirinya muksa.

Namun versi lain juga menceritakan, bahwa nama Pringgondani sebenarnya merupakan sanepo atau filsafat jawa yang memiliki makna sebagai tempat untuk perbaikan diri. Nama Pringgondani apabila di artika satu persatu, Pring Nggon – Ndani., Pring yang berarti bambu, sedangkan Nggon adalah tempat dan Ndani adalah sarana untuk memperbaiki, yang kesemuanya apabila di gabungkan menjadi tempat untuk memperbaiki diri. Bambu yang dilambangkan sebagai raga manusia apabila di perbaiki dan di rubah bentuk akan menjadi baik dan bermanfaat, tidak seperti dalam bentuk aslinya.

Sedangkan nama punden Kotjonagoro sering kali di simbolkan sebagai sebuah perkacaan diri seseorang ketika mereka berada di tempat ini hendaknya bisa bercermin untuk memperbaiki diri dan berusaha manembah, nyawiji kepada Gusti Allah agar menjadi manusia yang baik dan berbudi luhur. (*)

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain