oleh

Masyarakat Adat Nusantara Gelar Larungan Di Pantai Parangkusuma

LOKABALI.COM-Dalam rangka menjaga dan melestarikan adi luhung budaya bangsa, Masyarakat Adat Nusantara ( Matra) bersama para pemangku adat Keraton dan Sultan seluruh Nusantara, menggelar tradisi adat larungan di Pantai Parangkusuma, Bantul Jogjakarta. Hal tersebut di sampaikan KPH Wirayudha, selaku Ketua Umum Masyarakat Adat Nusantara

Para pemangku adat tersebut diantanya kerabat Keraton dari Jogja dan Solo. Pangeran dan Sultan dari kerajaan Bone, Kalimantan, Sulawesi dan Sumbawa. Andi Bau Malik dari Gowa. Pangeran Andi Sirajudin dari Tallo, Pangeran Andi Sofyan dari Kubu, Utin Komalasari dari Sintang, Puang lolo dari Sinjai serta Dharnawati Madiloe dari Sumbawa, Jelas Ketua Koordinator Wilayah Jawa, KPP. Haryo Metarum, SH menambahkan

ITB-STIKOM-Bali

Yang sama di sampaikan juga oleh penasehat Matra, KP. Dato’Sri. KPP. Dr.H. Andi Budi S, SH. M.Ikom, larungan di gelar dalam rangka menjaga tradisi dan membangun kepedulian kepada para generasi muda.

Di tambahkan pria yang akrab di sapa Gus Andi dalam keteranganya, larungan merupakan tradisi Masyarakat pesisir yang di bangun diera kejayaan Sultan Agung Hanyakrakusuma. Larungan di Pantai Parangkusuma tidak hanya di lakukan oleh masyarakat pesisir sebagai ungkapan wujud rasa syukur, tetapi juga di lakukan oleh Keraton Jogja dan Solo selaku pewaris Mataram Islam di tanah Jawa.

Larungan oleh keraton di maknai sebagai cara menjaga keseimbangan dan kelestarian alam semesta. Oleh karena itu tradisi tersebut tidak hanya di lakukan di Pantai Parangkusuma, tetapi juga di Gunung Lawu, Gunung Merapi dan Hutan Krendawahana.

‘ Empat pancer penjaga keseimbangan tanah Jawa ‘ Imbuhnya.

Sementara itu pesan kepedulian terhadap budaya bangsa di sampaikan oleh pelindung Masyarakat Adat Nusantara, Prof.Dr.KH. Saiq Aqil Siraj. MA.

Dalam pesanya ia menyampaikan, membangun budaya dapat menjaga martabat serta eksistansi kepribadian jati diri kita. Dikarenakan tingginya martabat umat tergantung daripada budayanya. Kreatifitas budaya bangsa hendaknya juga harus di hormati dan di jaga setinggi tingginya.

Tak terkecuali tanah dan laut, sejengkalpun harus kita jaga demi keutuhan NKRI.

Kepada para generasi muda, pelindung Masyarakat Adat Nusantara yang juga Ketua Umum PBNU berpesan, untuk mencari dan menuntut ilmu setinggi tingginya di negara manapun, akan tetapi jangan bawa budayanya.

‘ Karena bangsa ini sudah memiliki peradaban budaya luhur sebagai cermin dan karakter jati diri bangsa ‘ Tukasnya./ jk



Komentar

Berita Lain