oleh

Keangkeran Pertapaan Pringgondani Gunung Lawu

-Budaya, Nusantara-24.103 views

Para pelaku ritual yang mendatangi tempat ini pertama kali yang akan mereka jumpai adalah Sanggar Pamujan dan Sendang Penguripan, Sanggar pamujan merupakan pintu gerbang atau awal seseorang memasuki Pertapaan, karena didalam kepercayaan masyarakat Jawa seseorang yang hendak bertamu terlebih dulu di haruskan untuk menghaturkan kulonuwun atau permisi pada saat memasuki pintu gerbang. Maka untuk itulah Sanggar Pamujan ini di ibaratkan sebagai tempat untuk kulonuwun bagi para tamu.

Beberapa menit perjalanan setelah melewati pintu gerbang ghaib, pelaku ritual akan menjumpai sebuah sumber mata air yang bernama Sendang Gedang. Di tempat ini para pelaku ritual biasanya akan mandi terlebih dulu sebagai salah satu cara pembersihan diri pada saat hendak memasuki sebuah tempat keramat.

Terdapat beberapa tempat pemujaan di Sendang Gedang yang dibangun sebagai sarana unutk manembah kepada Gusti Allah, dalam rangka mewujudkan rasa syukur serta menghaturkan rasa terima kasih kepada para leluhur yang ada di tempat ini.

Tak jauh dari Sendang Gedang, terdapat sebuah sumber mata air lagi yang berada tepat di bawah Pertapaan Pringgondani, sendang tersebut bernama Sendang Penguripan ( permohonan ).

Sepadan dengan namanya, para pelaku ritual yang hendak memasuki Sanggar Pamelengan atau Pertapaan Pringgondani biasanya akan melakukan doa wujud rasa syukur atas anugerah yang telah di berikan Gusti, sekaligus mengucapakan rasa syukur kepada Alam semesta yang telah melimpahkan sumber alamnya berupa mata air yang tak pernah kering bahkan di musim kemarau sekalipun.

Air yang berasal dari Sendang Penguripan ini dikalangan para pelaku ritual biasanya di pakai sebagai salah satu sarana untuk mengobati penyakit maupun air suci untuk sembahyang ritual keagamaan dan media lainya yang berhubungan dengan hal yang ghaib.

Air yang bersumber dari Sendang Penguripan setelah diambil dan dimasukan kedalam sebuat botol atau jerigen, lantas di sanggarkan di dalam Sanggar Palereman Pringgondani, dengan harapan agar tuah yang terkandung dari dalamnya semakin bertambah kuat. Air tersebut hanyalah sebagai perantara dari Gusti, agar bisa dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan bagi seluruh umat manusia.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain