oleh

Gus Aryo, Filosofi Makna Sekaten Dalam Setiap Simbol Yang Ada

-Tradisi-4.159 views

‘ Di Keraton Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogjakarta, puncak perayaan sekaten di tandai dengan keluarnya sepasang gunungan, jaler dan estri yang di kenal dengan istilah grebeg mulud.’ Jelas Gus Aryo menambahkan

Dua pasang gunung tersebut di arak para prajurit dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju ke Masjid Agung untuk di doakan, selanjutnya di rebutkan kepada masyarakat.

Gunungan kata Gus Aryo sebagai wujud rasa syukur Keraton beserta para kawulanya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang sudah diberikan. Gunungan juga sebagai sarana untuk menolak balak agar bangsa dan negara senantiasa di berikan berkah kemakmuran, keselamatan dan di jauhkan dari bencana.

Baca juga : Upacara adat Mondosiya di Desa Pancot

Gunungan jaler Gus Aryo terangkan, memiliki makna kesuburan yang melambangkan sifat baik, sedangkan Gunungan estri melambangkan sifat buruk. Keduanya ada pada diri manusia yang saling memberi kekuatan positif dan negative, tidak bisa berdiri sendiri

Gunungan jaler gambaran dunia dan isinya yang mencakup seluruh unsur anasir. Symbol manusia pada gunungan jaler memiliki makna filosofi ksatria jawa yang selalu menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

Bendera merah putih yang ada pada puncak gunungan merupakan lambang negara yang memiliki makna semangat dalam menjunjung tinggi kesucian. Merah Putih di gambarkan kesamaan dari gula kelapa dalam sejarah Majapahit, di artikan manusia harus mempunyai sifat semangat keberanian dan kesucian. Keberanian yang di landasi dengan nilai nilai kesucian, sebab jika kebenaran tanpa landasan nilai kesucian maka kebenaran akan menimbulkan kehancuran.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain