oleh

Tim Matching Fund Kedaireka Udinus-Undip Gelar Workshop Pengembangan PLTS Di Jawa Tengah

LOKABALI.COM-Untuk memacu proses pembelajaran di luar kampus agar mahasiswa mampu memahami berbagai persoalan dunia usaha dan industri, Tim Matching Fund Kedaireka Udinus – Undip Semarang, menggelar rangkaian workshop untuk melatih kompetensi mahasiswa sebagai tenaga ahli dan terampil di bidang PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Setelah sebelumnya sukses menggelar Pelatihan Teknis PLTS dengan menghadirkan narasumber dari BPPT – BRIN, Dr.-Ing Oo Abdul Rosyid, MSc (9/10). Selasa pagi (12/10) Tim Matching Fund Kedaireka Udinus- Undip Semarang kembali menggelar workhsop dengan tajuk ‘ Pengembangan PLTS di Jawa Tengah’.

ITB-STIKOM-Bali

Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah, Eni Lestari, S.T., M.T. Direktur Utama PT. Duo Multi Solusindo, Yudi Towira, S.Kom, M.T. Dr. Hermawan, DEA selaku pembahas dengan moderator, Dr. Eng. Yuliman Puwanto, M.Eng, selaku Direktur LPPM sekaligus Dosen Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro.

‘ Keynote speaker oleh Dr.Ir Sujarwanto D, M.Si, pejabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah ‘ Jelas Ketua Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Dian Nuswantoro, Prof. Kusmiyati, S.T,. M.T,. Ph.D.

Di katakan Kusmiyati, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Matching Fund Kedaireka Undinus – Undip Semarang di biayai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan produsen Garam UD Garam Cemerlang, guna menciptakan kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Industri.

‘ Sehingga manfaatnya dapat di rasakan oleh kedua belah pihak. Perguruan Tinggi dapat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan baik ‘ Terang Prof. Kusmiyati menyampaikan manfaat program Matching Fund Kedaireka Udinus – Undip.

Di tambahkan Kusmiyati, dosen dapat menerapkan hasil penelitian dan inovasinya langsung ke dunia Industri, sehingga manfaatnya dapat di rasakan oleh masyarakat. Sedangkan untuk mahasiswa, program Matching Fund dapat di manfaatkan untuk Magang Industri, KKN tematik di UKM Garam, Sertifikasi, Penelitian, dan Tugas Akhir.

‘ Mahasiswa dapat melakukan pembelajaran langsung di industri garam untuk meningkatkan softskill dan hardskillnya, sehingga akan di peroleh lulusan yang berkualitas ‘ Imbuh Ketua Tim Matching Fund Udinus dalam paparanya

Di ambilnya tema Pengembangan PLTS di Jawa Tengah Kusmiyati terangkan, di latar belakangi saat ini tengah terjadi krisis energi akibat meningkatnya kebutuhan dan semakin menipisnya sumber energi dari fosil. Oleh sebab itu, Energy Baru Terbarukan (EBT) menjadi solusi untuk mengatasi krisis energi yang terjadi saat ini.

Di Jawa Tengah sendiri saat ini banyak potensi energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik seperti, panas bumi, air terjun mikrohidro, tenaga surya, biomassa dari sampah, energi angin dan gas methana.

Sedangkan pemanfaatan tenaga surya untuk PLTS banyak memiliki
kelebihan diantaranya, dapat menjadi sumber pasokan listrik rumah tangga, perumahan, perkantoran dan industri. Sehingga dapat mengurangi beban biaya tarif listrik yang berasal dari PLN.

Kelebihan lainya, energi surya dapat bertahan lebih dari 20 tahun dengan memanfaatkan lahan kosong tanpa mengurangi lahan produktif.

‘ Di dunia, PLTS merupakan sumber energi terbarukan yang perkembangannya sangat pesat tak terkecuali di Indonesia. Sebagai negara beriklim tropis yang memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki kekayaan alam untuk pengembangan energi surya. Tercatat potensi energi surya yang dimiliki Indonesia kurang lebih sebesar 207.898 MW (4,80 kWh/m2/hari).

Sedangkan saat ini pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,05% dari potensi yang ada. Penggunaan energi surya selain ramah lingkungan juga dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap sumber energi yang berasal dari fosil.

Oleh karena itu untuk meningkatkan wirausaha produsen garam, rencananya dalam waktu dekat Tim Matching Fund Kedaireka Udinus – Undip akan memasang PLTS di salah satu industri garam yang ada di Pati.

Yang sama, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah mengatakan, PLTS mampu menghemat pengeluaran hingga 30%. Selain itu sumber energi yang di pakai untuk PLTS secara umum gratis. Pemanfaatanya juga dapat di pakai untuk alat pengering hasil pertanian.

Oleh karena itu Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah berharap, dengan adanya kesadaran energi di tingkat rakyat, mudah mudahan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga dapat mendorong Jawa Tengah berdaulat di bidang energi, tutupnya/Jk



Komentar

Berita Lain