oleh

UKM-Startup di Bali Ikuti Workshop Pemasaran Digital di Kampus ITB STIKOM Bali

-Education-1.744 views

LOKABALI.COM – Pemasaran digital menjadi kebutuhan pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara efektif dan murah biaya. DPD Perempuan Wirausaha (Perwira) Provinsi Bali mendorong pelaku UMKM dalam workshop pemasaran digital dengan menggandeng ITB STIKOM Bali.

DPD Perempuan Wirausaha (Perwira) Provinsi Bali Anak Agung Putri Puspawati mengatakan, di era teknologi digital, penasaran tidak bisa dilakukan secara langsung kepada konsumen.

Mau tidak mau, pelaku UMKM harus mengikuti pola yang ada dengan memanfaatkan teknologi digital. Sehingga, pada UMKM dibawah Perwira tidak hanya bisa berproduksi tapi juga memasarkan di tingkat yang lebih luas.

“Kami tidak salah menggandeng ITB STIKOM Bali untuk workshop marketing digital. Karena para pelaku UMKM ini perlu berkembang melalui pola-pola baru, efektif, mudah dan berbiaya murah yakni, dengan pemasaran digital,” kata Puspa di aula ITB STIKOM Bali, Jumat, 19 Agustus 2022.

Dikatakan, UMKM dibawah DPD Perwira jumlahnya mencapai sekitar 600 pengusaha. Mereka rata-rata melakukan produksi secara rumahan dan perlu didorong untuk mengembangkan usahanya ke lingkup yang lebih luas.

“Saya rasa online sangat membantu bisnis mereka, jadi pola lama tak perlu lagi dilakukan atau dengan cara mengontrak toko dan sebagainya,” kata Puspawati.

Kadisperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta menambahkan, workshop yang diadakan DPD Perwira dan IT STIKOM Bali itu menjadi jembatan untuk para pelaku UMKM dalam melihat potensi pemasaran secara online.

Dalam hal ini, pedagang atau pemilik produk juga perlu memiliki skill untuk mengoperasikan gadget dan wawasan terkait pola marketing yang dilakukan.

“Bagaimana menyajikan produk, supaya apa yang disajikan sesuai ekpektasi, sesuai pemahaman konsumen kita secara digital, itu yang penting,” kata Wayan Jarta yang juga Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali.

Pemasarab secara digital juga dibutuhkan kepastian produk, ketersediaan dan keberlanggsungan produk itu sendiri.

“Supaya jangan sampai ketika sudah ada pasar, ada respons balik dari konsumen ternyata tidak bisa dilayani,” kata Wayan Jarta.

Sementara, Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan mengungkapkan, kampus IT terbesar di Bali Nusra itu memiliki korelasi dengan pola usaha di masa depan yang memanfaatkan teknologi digital.

ITB STIKOM Bali saat ini mengembangkan prodi Bisnis Digital. Mahasiswa yang memilih prodi Bisnis Digital ini akan mengantongi gelar Sarjana Bisnis (S.Bis). Prodi lain yang dikembangkan di ITB STIKOM Bali antara lain, Teknologi Informasi, Sistem Komputer, Sistem Informasi dan Program D3.

“Kami juga ada dual program internasional antara ITB STIKOM Bali dengan Help University, Kuala Lumpur, gelarnya juga ada dua, S.Kom dan Bachelor of IT,” kata Dadang Hermawan.

Dual degree lainnya yakni kerja bareng ITB STIKOM Bali dengan Universitas Bina Nusantara (Binus) dan dual degree dengan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yaitu, dual degree Sistem Informasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

“Rencananya kami menjadi ‘super market’ dual degree disini, sehingga banyak pilihan untuk anak-anak kita,” kata Dadang Hermawan. (LBc50)

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain