oleh

Sesaji Rajasuya Tandai Tutup Suran Di Keraton Solo

-Budaya, Tradisi-2.752 views

LOKABALI.COM- Selama bulan sura dalam penanggalan jawa, Keraton Kasunanan Surakarta menggelar upacara adat di tempat tempat keramat sebagai bentuk ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan berkah kesehatan dan kemakmuran bagi Keraton Kasunanan beserta para kawulanya, khususnya Bangsa dan Negara Indonesia.

Puncak dari upacara adat tersebut di akhiri dengan pagelaran wayang kulit oleh KGPH Benowo di kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta dengan mengambil lakon ‘ Sesaji Rajasuya ‘.

Pagelaran wayang kulit tutup suran di hadiri langsung oleh Sinuhun PB XIII dan Permasuri beserta putra putri. Tak terkecuali para kerabat dalem, sentana dalem dan para abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Juga para tamu undangan dari kalangan pelestari dan pemerhati budaya Yayasan Forum Budaya Mataram.

Pagelaran wayang kulit di tandai dengan penyerahan Kyai Kancut paraga Puntadewa dari Sinuhun PB XIII kepada KGPH Benowo, selaku dalang wayang kulit yang tak lain adalah adiknya sendiri.

Kyai Kancut merupakan wayang keramat milik Keraton Kasunanan Surakarta yang di pakai untuk pementasan hanya pada saat acara tertentu di Keraton Kasunanan Surakarta.

Tepat pada pukul 00.00WIB pagelaran wayang kulit di hentikan sejenak untuk acara ritual sembahyang, kemudian di lanjutkan kembali sampai dengan selesai.

Keterangan gambar : Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram pada saat sungkem kepada PB XIII di acara tutup suran/ Foto: Lokabali

Selaku ketua Forum Budaya Mataram, Dr. BRM Kusuma Putra SH, M.H yang hadir bersama jajaran pengurus sangat mengapresiasi kegiatan budaya upacara adat di Keraton Kasunanan Surakarta.

Pagelaran budaya wayang kulit tutup suran tidak hanya bagian dari rangkaian upacara adat, akan tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya di Keraton Kasunanan Surakarta.

Terkandung banyak nilai luhur dalam acara tersebut yang dapat diambil oleh generasi muda sebagai bekal mengarungi kehidupan di tengah masyarakat. Tidak hanya nilai budi pekerti dan kebersamaan, akan tetapi juga semangat menjaga dan memelihara kelestarian alam semesta.

‘ Pelestarian adat dan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab Keraton sebagai pemangku adat dan budaya, akan tetapi menjadi kewajiban kita semua beserta dukungan Pemerintah. Jangan biarkan budaya luhur karakter bangsa ini hilang di gerus budaya asing.

Keterangan gambar : Ketua FBM bersama jajaran pengurus. / Foto: Lokabali

Oleh karena itu Pemerintah melalui Kementerian terkait harus memberikan dukungan nyata dalam setiap kegiatan upacara adat dan budaya di Keraton Solo, sebagai upaya pelestarian adi luhung budaya bangsa, tegas Dr. BRM Kusuma Putra, S.H, M.H

Sinergitas Keraton dan Pemerintah tidak hanya akan membawa kemakmuran bagi Kota Solo yang kita cintai ini, namun juga mengembalikan ruh Kota Solo sebagai kota budaya dengan segala nilai nilai luhur yang ada di dalamnya, jelasnya. /Jk

 

 

 

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain