“Pesan yang disampaikan, kita hidup berdampingan dengan damai dan pemerintah menjamin hak sipil warga, termasuk kebebasan menjalankan ritual,” kata Teguh Prakosa.
Festival Budaya Spiritual mengambil momen peringatan Bulan Suro yang diikuti lebih dari 500 orang penghayat.
Kegiatan diawali dengan Napak Tilas Spiritual, Umbul Donga, Sarasehan Kebudayaan, Kirab Suro, Ruwatan Sukerto dan Pagelaran Wayang Kulit.(Way)
Baca juga : Memaknai simbol barikan dalam tradisi jawa

















Komentar