oleh

Ruwat, Ibu Ngrawat Bumi Pertiwi Ngruwat Manungsa

-Budaya-350 views

LOKABALI. COM-Peringatan hari kemerdekaan RI ke 76th yang jatuh bertepatan pada bulan sura 1955Alip memiliki makna yang jauh lebih besar dari pada hanya sekedar perayaan kemerdekaan saja.

Perenungan bangsa Indonesia terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur berjuang meraih kemerdekaan setiap tahun terus di peringati rakyat Indonesia di berbagai daerah. Akan tetapi khusus untuk tahun ini, peringatan hari kemerdekaan Indonesia lebih dari sekedar peringatan 17 Agustus saja.

ITB-STIKOM-Bali
Keterangan gambar : Ki Lawu Warta saat menggelar acara ruwatan /foto: lokabali

Khususnya di dalam kalangan masyarakat jawa, peringatan malam kemerdekaan yang jatuh pada bulan sura di peringati dengan cara melakukan perenungan, mawas diri serta memohon ridho kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia senantiasa di jauhkan dari marabahaya wabah dan pegebluk.

Di Surakarta, sekelompok pegiat budaya jawa memperingati malam kemerdekaan dengan cara melakukan ruwatan di sebuah padeprokan di Desa Kudu, Baki, Sukoharjo.

Dengan mengambil tajuk ibu ngrawat bumi, pertiwi ngruwat manungsa, kita berharap bangsa Indonesia terhindar dari bencana, wabah dan pagebluk.’ Jelas Ki Lawu Warta, salah satu tokoh pegiat budaya jawa sekaligus pelestari alam yang memprakarsai acara ruwatan

Di ambilnya tema ibu ngrawat bumi pertiwi ngruwat manungsa, sebab kondisi alam saat ini sebenarnya imbas dari ketidak adanya keseimbangan yang terjadi di lakukan oleh manusia. Melalui ibu ngrawat bumi pertiwi ngruwat manungsa Ki Lawu berharap, manusia di berikan kesadaran pentingnya bumi bagi kehidupan umat manusia. Dengan mulai tumbuhnya kesadaran yang ada, bumi akan menjadi baik, ekosistem dan lingkungan menjadi selaras sehingga harmonisasi dapat terwujud.

Melalui terwujudnya keseimbangan alam, bumi pertiwi akan memberikan buah berkah bagi kehidupan umat manusia.

Menciptakan keselarasan mulai hal yang terkecil bisa di lakukan dengan cara menjaga bumi dari pencemaran limbah plastik. Melakukan penanaman yang memberikan manfaat bagi kehidupan, baik bumi ataupun umat manusia.
Kesadaran umat manusia saat ini menjadi kunci masa depan dunia agar bumi yang kita pijak ini dapat terus lestari untuk anak cucu. Timbulnya bencana, wabah, pagebluk yang berlangsung saat ini tak lain adalah buah dari perilaku umat manusia yang merusak bumi. Oleh sebab itu melalui kesadaran Ibu ngrawat bumi, pertiwi ngruwat manungsa, keselaran antara manusia dengan alam dapat tercapai, begitupun manusia dengan Tuhan Sang Maha PenciptaNya. Liwat keselarasan yang ada, maka kehidupan dunia akan mencapai memayuhayuning bawana.

Dalam ruwatan ibu ngrawat bumi, pertiwi ngruwat manungsa di tembangkan juga kidung kinanthi yang mengajak manusia pada kebaikan. Selain tembang dan mantram, di akhir acara di lakukan penanaman pohon beringin sebagai sebuah simbol payung keselarasan dan pengayoman segala habitat kehidupan di alam semesta./Jk



Komentar

Berita Lain