oleh

Pujangga R Ng Yosodipuro Tus Pajang ( Eps. Kelahiran Bagus Banjar )

-Budaya, Nusantara-11.335 views

Dari hasil perkawinan Raden Tumenggung Pandmanagara dan istrinya, ia di karuniai seorang putri bernama Mas Ajeng Jakariya. Hanya saja bagi Raden Tumenggung Padmanagara, anak perempuan bukanlah anak laki laki yang kelak dapat menjadi penerus dalam generasi keluarganya.

Oleh karena itu ia memiliki harapan yang sangat kuat agar di karuniai putra laki laki. Keinginan tersebut menjadikan Raden Tumenggung Padmanagara setiap hari gentur laku prihatin. Siang malam tidak makan, setiap hari hanya memohon agar karuniai putra laki laki.

Hingga pada suatu hari saat tengah malam tiba, Raden Tumenggung Padmanagara di kagetkan dengan kedatangan warga desa yang malam malam bertamu di rumahnya. Warga tersebut menanyakan perihal cahaya hijau keputih putihan yang jatuh di kediamanya.

Kesaktian empat murid Sunan Bayat pindahkan Masjid dari puncak Jabalkad

Wayang dalam perjalanan dakwah waliso

Padahal saat itu ia sendiri dalam keadaan terjaga, akan tetapi tidak melihat cahaya hijau keputih putihan yang jatuh di rumahnya. Mendengar apa yang disampaikan oleh warga desa, Raden Tumenggung Padmanagara hanya dapat berharap mudah mudahan peristiwa tersebut menjadi pertanda anugerah kebaikan bagi keluarganya.

Tak lama setelah peristiwa malam itu, Nyai Ajeng Padmanagara mengandung untuk yang kedua kalinya. Hingga pada malam saat kandungan dalam perut Nyai Padmanagara sudah mendekati hari kelahiran bertepatan pada sore malam Kamis Legi, kediaman Raden Tumenggung Padmanagara kedatangan orang pintar yang mengaku sesepuh dari Palar.

 

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain