oleh

Peningkatan Garam Lokal Menjadi Garam Industri Di Jawa Tengah

LOKABALI.COM-Persoalan impor garam akibat kualitas produksi garam lokal yang tak mampu bersaing kedalam pasar garam industri membuat Tim Matching Fund Universitas Dian Nuswantoro dan Universitas Diponegoro Semarang menggagas program inovasi peningkatan garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah dengan melibatkan berbagai unsur dari perguruan tinggi, pelaku industri garam dan Pemerintah.

Melalui pembiayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Tim Matching Fund UDINUS dan UNDIP yang di ketuai Prof. Kusmiyati, ST., MT., P.hD Sabtu pagi (18/9) menyelenggarakan webinar dengan tajuk ‘ Peningkatan Kualitas Garam Lokal Menjadi Garam Industri di Jawa Tengah’.

ITB-STIKOM-Bali

Hadir sebagai pemateri Prof.Dr.Ir Ahmad Roesyadi, DEA, Guru Besar Tehnik Kimia dari ITS yang juga ahli bidang industri garam. Ir.Ali Mahdi, Direktur CV Anugrah Sinar Laut. Drs.Wahyu Purbowasito Setyowaskito, P.hD selaku Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal dari Badan Standarisasi Nasional ( BSN). Di pandu bersama Moderator H.Ngargono, S.Sos dari Yayasan Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen ( LP2K) Jawa Tengah.

Sementara itu hadir sebagai pembahas, Prof.Ir.Widayat, ST.,MT, Guru Besar Tehnik Kimia dari Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam sambutanya Ketua Tim Matching Fund Kedaireka UDINUS, Prof. Kusmiyati, ST.,MT.,P.hD menyampaikan alasan di gelarnya webinar karena persoalan di industri garam yang produksinya tak mampu menyukupi kebutuhan garam industri.

Padahal sumber daya alam kita sangat besar dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Sehingga seharusnya hasil produksi garam kita sangat besar. Akan tetapi jika dilihat dari angka presentase, Indonesia hanya menyumbang sekitar 0,5% garam dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan garam industri kita harus impor. Di karenakan hasil produksi garam industri kita saat ini relatif masih sangat kecil serta jauh dari standar minimal yang di tetapkan untuk garam industri.

Oleh sebab itu berbagai permasalahan yang terjadi dalam industri garam saat ini akan menjadi bahasan acara webinar sehingga diperoleh solusinya.

‘ Khususnya tentang peningkatan produksi garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah ‘ Jelas Prof. Kusmiyati menyampaikan sambutanya

Program Matching Fund Kedaireka UDINUS dan UNDIP juga akan meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa sehingga akan di peroleh lulusan yang berkualitas. Mahasiswa juga dapat belajar langsung dilapangan dan memahami berbagai persoalan dunia usaha dan industri.

‘Tak terkecuali para dosen juga dapat berkegiatan di luar kampus, sehingga hasil inovasi penelitianya dapat langsung di aplikasikan ke dunia industri’ Terang ketua Tim Matching Fund menambahkan

Kusmiyati berharap, kelanjutan program peningkatan garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah terus berlanjut.
agar manfaatnya benar benar dapat di rasakan untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Yang sama dalam webinar, Guru Besar Teknik Kimia Undip, Prof.Widayat menyampaikan beberapa solusi teknologi dari Kedaireka diantaranya, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Pencucian dan Pengeringan, penggunaan air rejected sebagai air induk, produksi air dari air laut dengan RO, serta pemanfaatan tehnologi internet atau Internet Of Thing dalam monitoring bahan baku atau air laut.

Sementara itu keterlibatan mahasiswa pada program peningkatan garam lokal menjadi garam industri di Jawa Tengah antara lain dengan mengikuti program magang di industri garam dan KKN Tematik peningkatan kualitas dan kuantitas produksi garam industri di Kabupaten Pati./ Tk



Komentar

Berita Lain