“Meski ada juga yang menggunakan pewarna sintetis untuk mengikuti harga pasar batik nasional. Sebab batik tulis yang di kerjakan secara tradisional baik cara dan bahan baku yang di pakai, harganya jauh lebih mahal. Bisa dua tiga kali lipat dari harga batik tulis biasa. ‘ Ujarnya menambahkan.
Di karenakan harga jualnya yang lebih murah, Sentra Batik Girilayu kerap menjadi jujugan pemesanan keluarga istana Mangkunegaran. Apalagi hasil pengerjaannya juga lebih bagus di bandingkan di tempat lain.
Usai mengulik jejak sejarah Batik Girilayu, Komunitas Semak Belukar melanjutkan belusukan di makam Waliyullah Mbah Nurmadin, Sintru, Karanganpandan. Untuk melihat makam makam kuna, petilasan dan manuskrip manuskrip yang di yakini merupakan peninggalan para ulama di Desa Sintru.
Yang sama, Murdiarso, sesepuh Komunitas Semak Belukar yang akrab di sapa Mbah Mur menyampaikan, pentingnya generasi muda kenal dan mencintai sejarah. Sebab dengan mengenal akan tumbuh rasa mencintai, setelah mencintai baru handarbeni atau memiliki.
Sejarah bagi mbah Mur merupakan akar penting dalam membangun karakter dan jati diri kecintaan terhadap suatu bangsa. Sebab sebuah bangsa akan hilang jati dirinya jika tak lagi ingat dengan sejarah yang ada. Sehingga akan mudah di jajah dan di hancurkan oleh bangsa asing. ( Djk)




















Komentar