Di akui atau tidak, bangsa Indonesia saat ini tengah mengalami krisis kearifan, akibat cepatnya perkembangan di gitalisasi global. Penjajahan negara tidak lagi di lakukan melalui senjata, tetapi dengan cara menyebar dan menyesatkan informasi.
‘ Agar generasi muda tak lagi mengenal budayanya sendiri.’ Tegas Dr. BRM Kusuma Putra, S.H, M.H
Peran Pemerintah menjaga kearifan lokal melalui dunia pendidikan di sebutnya sangat penting. Keterlibatan unsur lembaga pelestari, komunitas dan masyarakat adat dalam upaya pelestarian juga harus di bangun dan di perkuat.
Baca juga : Solawat macapat wedhatama iringi ritual adat sedekah bumi ruwatan nagari di langensari
Kurikulum daerah sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kearifan budaya dalam dunia pendidikan harus tetap ada dan di jaga konsistensinya, agar kebijakan tersebut dapat berlangsung secara berkesinambungan dan tersistem.
Perubahan kurikulum dalam setiap kali pergantian kebijakan sangat menghambat upaya pelestarian budaya kearifan dalam dunia pendidikan. Dampak dari keadaan tersebut akan memutus kecintaan satu generasi terhadap budayanya sendiri.
Kusuma tegaskan, kearifan budaya Nusantara merupakan dasar terbentuknya Bhinneka Tunggal Ika yang di rangkai menjadi satu kesatuan, Negara Republik Indonesia.




















Komentar