oleh

Bulan Sura Penanggalan Jawa

-Budaya-5.061 views

Mataram Islam di bawah kepemimpinan Sultan Agung sangat menentang keras penjajahan. Sehingga berkali kali Mataram bertempur melawan penjajahan. Bahkan dua kali Mataram di pimpin langsung oleh Sultan Agung mencoba menyerang Batavia namun gagal.

Kegagalan tersebut akibat kurang bersatunya seluruh kekuatan rakyat kala itu. Sebagian masyarakat ada yang menggunakan kelender tahun saka dan sebagianya lagi menggunakan kalender hijriyah.

Baca juga : Kemana wahyu Presiden Jokowi berlabuh ? 

Oleh karena itu, untuk mempersatukan seluruh kekuatan rakyat, Sultan Agung lantas menyatukan perbedaaan dua penanggalan sebagai sarana pemersatu bangsa.

Penyatuan dua penanggalan tersebut mengawali tahun baru Jawa yang terjadi pada tahun 1633. Saat penyatuan dua penanggalan dilakukan, tahun saka berusia 1555, sedangkan tahun hijjriyah 1043. Perjalanan waktu tahun jawa melanjutkan perjalanan tahun saka. Sedangkan awal tahun baru jawa jatuh pada bulan suro.

Penanggalan tahun jawa berbeda dengan penanggalan kelender masehi yang mengenal dua belas bulan dalam setahun. Dalam kalender penanggalan jawa hanya mengenal penghitungan windu ( delapan).

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain