oleh

Keris Sakral Puputan Klungkung dan Benda Bersejarah Nusantara Direpatriasi oleh Belanda ke Indonesia

-Berita-690 views

LOKABALI.COM – 472 benda bersejarah milik Indonesia yang tersimpan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, diserahkan kembali dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Indonesia.

Dari ratusan benda bersejarah itu empat diantaranya merupakan arca dari kerajaan Singasari dari abad ke-13 Masehi. Arca itu menjadi primadona selama tersimpan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.

Penyerahan koleksi benda bersejarah ini diterima secara oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, pada Senin (10/7/2023).

Dari Kerajaan Belanda diwakili Menteri Muda bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Gunay Uslu.

“Indonesia, dalam hal ini Kemendikbudristek akan melakukan konservasi dan pemanfaatan terbaik untuk benda-benda budaya ini,” kata Hilmar Farid, Selasa, 11 Juli 2023.

Empat arca itu berasal dari Candi Singasari yang didirikan untuk menghormati kematian Raja Kertanegara, dinasti terakhir Kerajaan Singasari. Arca tersebut yakni, Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha.

Selain arca di era Kerajaan Singasari, benda bersejarah lain yang direpatriasi adalah, satu Keris Puputan Klunkung dari Kerajaan Klungkung, Bali, 132 benda seni koleksi Pita Maha Bali dan 335 harta karun jarahan Ekspedisi Lombok 1894.

Sementara, 132 benda seni koleksi Pita Maha Bali antara lain karya lukisan, ukiran kayu, benda-benda perak, dan tekstil para maestro seniman yang tergabung di dalam kelompok seni Pita Maha.

Salah satunya, Paguyuban seniman Bali yang didirikan pada 29 Januari 1936 oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad, Walter Spies dan Rudolf Bonet.

Selanjutnya, 335 benda yang merupakan objek dari Puri Cakranegara, Lombok. Benda bersejarah itu sebelumnya tersimpan di Tropenmuseum.

“Sedangkan Keris Puputan Klungkung sudah lama menjadi koleksi Museum Volkenkunde, Leide,” kata Hilmar.

Menurutnya, proyek repatriasi benda bersejarah itu menjadi momentum penting untuk menumbuhkan pemahaman dan kesetaraan kedua bangsa.

Ketua Tim Repatriasi koleksi asal Indonesia di Belanda, dipimpin oleh I Gusti Agung Wesaka Puja dan Komite Repatriasi Benda Kolonial Belanda dipimpin oleh Lian Gongalvez-Ho Kang You.

Repatriasi benda bersejarah itu juga mengatur tentang teknis dan Pengakuan Pengalihan Hak dari Kerajaan Belanda ke Republik Indonesia.

Kami sudah memulai upaya repatriasi ini sejak dua tahun lalu. Kami terus mendorong ikhtiar pengembalian benda-benda bersejarah dari Belanda ke Indonesia,” kata I Gusti Agung Wesaka Puja. <b>(Way)</b>

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain