oleh

Asal Usul Nama Gunung Kemukus

-Budaya-3.289 views

LOKABALI.COM- Setelah di bangun sebagai tujuan destinasi wisata di Kabupaten Sragen, Gunung Kemukus sekarang tampak lebih indah dan nyaman untuk berwisata.

Beberapa titik lokasi di bangun di jadikan spot foto selfi dengan latar belakang waduk kedung ombo.

Pendapa joglo dan gasebo di bangun untuk tempat melepas lelah para pengunjung yang datang berwisata ke Gunung Kemukus. Tak terkecuali aneka jajanan dan kuliner, saat ini juga banyak di jajakan sebagai pelengkap destinasi wisata di gunung kemukus.

Keterangan gambar : Pak Hasto Pratomo, juru kunci makam Gunung Kemukus generasi ke 8/ Foto : Lokabali

Setiap sore dan malam hari, gunung kemukus selalu ramai di kunjungi warga masyarakat. Apalagi bila malam jumat Pon dan Jumat Kliwon, pengunjung akan semakin bertambah banyak. Sebab pada malam tersebut bertepatan dengan hari pasaran di gunung kemukus.

Selama bulan puasa, gunung kemukus ramai didatangi warga dan wisatawan yang ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Keterangan gambar : Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus / Foto: Lokabali

Banyak mitos dan cerita tutur berkembang di tengah masyarakat, terkait keberadaan gunung kemukus.
Bahkan mitos tersebut ketenaranya terdengar hingga sampai kemancanegara. Dengan adanya beberapa warga asing yang melakukan kajian sejarah di Gunung Kemukus, hal itu di sampaikan oleh pak Hasto Pratomo (68th), generasi ke 8 juru kunci gunung kemukus

Di akui Pak Hasto, banyak cerita tutur berkembang di tengah masyarakat. Hanya saja baginya, ada satu cerita yang pernah ia dengar secara turun temurun terkait asal usul nama gunung kemukus.

Di ceritakan Pak Hasto, semasa kecil Pangeran Samudro di asuh oleh Raden Patah di Demak Bintoro. Ia berguru kepada Sunan Kalijaga. Setelah dewasa, Pangeran Samudro lantas di suruh mencari Ki Ageng Gugur di lereng Gunung Lawu untuk berguru.

‘ Selama dalam perjalanan dari Demak ke Gunung Lawu, Pangeran Samudro menyebarkan siar di tengah masyarakat ‘ Terang Pak Hasto dalam keteranganya.

Setelah bertemu dengan Ki Ageng Gugur, Pangeran Samudro berguru berbagai hal tentang ilmu agama dan kesaktian. Bertahun tahun Pangeran Samudro berguru kepada Ki Ageng Gugur, sampai akhirnya ia harus pulang ke Demak Bintoro.

Bersama para abdi dalem pengikutnya, Pangeran Samudro kemudian menempuh perjalanan kembali pulang ke Demak Bintoro. Akan tetapi sesampainya di daerah perbukitan ia jatuh sakit dan meninggal dunia.

Oleh abdi dalem pembantunya, kematian Pangeran Samudro lantas di sampaikan kepada Sultan Demak. Oleh Sultan Demak, abdi dalem Pangeran Samudro diperintahkan mengubur jasad Pangeran Samudro di tempat ia wafat.

Mengingat ia masih keturunan seorang raja, oleh pembantunya jasad Pangeran Samudro di kuburkan atau di pendem di atas bukit di tempat yang paling tinggi.

Sedangkan tempat dimana jasad pangeran samudro di kuburkan atau di pendem, sekarang di kenal dengan sebutan Desa Pendem.

Sementara itu tak lama setelah di kubur, setiap pagi dan sore hari, dari makam Pangeran Samudro selalu keluar asap mengerucut berbentuk seperti kukusan penanak nasi.

‘Oleh penduduk desa, bukit tempat Pangeran Samudro di makamkan kemudian di kenal dengan sebutan nama Gunung Kemukus ‘ Jelas Pak Hasto dalam ceritanya.

Pak Hasto juga mengatakan, adanya persepsi keliru dari sebagian kalangan terkait ritual di Gunung Kemukus.

Oleh sebab itu bagi para pengunjung yang akan berziarah kemakam Pangeran Samudro, alangkah baiknya lebih dulu menghubungi juru kunci makam, tutupnya. /jk

 

 

 

 

 

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain