oleh

Pawai PKB Ke-43 Sajikan Garapan Artistik Visual Kekayaan Tradisi dan Alam Bali

-Budaya, Seni-712 views

LOKABALI.COM – Garapan artistik visual sarat ditampilkan pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII tahun 2021, Sabtu, 12 Juni 2021. Parade pawai atau peed aya yang sebelumnya selalu menyedot antusias dan animo warga untuk datang menyaksikan, kini digantikan dengan penampilan visual yang dikemas tak kalah apik dengan tampilan offline.

Tema ‘Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi’ atau ‘Jiwa Paripurna Nafas Pohon Kehidupan’ menjadi latarbelakang pawai yang dikemas dalam format visual. Pengambilan gambarnya sendiri dilakukan di sejumlah obyek wisata yang bukan hanya memberikan sajian estetika tarian namun juga eksostime alam Bali. Obyek wisata yang dijadikan setting dalam penayangan vide peed aya (pawai) berada di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli dan Candi Tebing Gunung Kawi di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

ITB-STIKOM-Bali

Video berdurasi 10 menit itu memberikan pesan kuat tentang tradisi-tradisi yang ada di Bali berikut dengan identitas-identitas suatu daerah di Bali. Penataan lokasi maupun koreografi tarian dikemas sedemikian artistik dan menarik sebagai tayangan audio visual. Konsep virtual ini baru pertama kali diterapkan di event seni terbesar di Bali itu. Hal itu berbeda dengan pagelaran Pesta Kesenian Bali yang digelar sebelumnya. Pagelaran sebelum pandemi menampilkan kekhasan dan keunikan setiap kabupaten/kota di Bali yang menjadi peserta.

Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021 digelar mulai 12 Juni hingga 10 Juli 2021. Perhelatan pesta kesenian terbesar di Bali itu dilaksanakan secara hybrid dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Di tahun 2020, PKB sempat ditiadakan karena kondisi pandemi yang memuncak. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, pelaksanaan tahun ini menjadi upaya adaptasi kebiasaan baru

“Untuk menjaga produktifitas, kreatifitas dan memberi panggung apresiasi seni kepada seniman dan pelaku seni di Bali,” kata Koster.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha menyatakan, konsep adiluhung dalam tema PKB XLIII Tahun 2021 jadi pemantik kreativitas berbasis tradisi. Hal itu juga akan memotivasi generasi Bali masa kini untuk mencintai kebudayaan leluhur, membangun karakter, jati diri dan kesejahteraan.

Parade pawai atau peed aya PKB Ke-43 tahun 2021 dalam garapan visual – foto: Lokabali.com

Ada 73 mata acara yang akan dihadirkan selama penyelenggaraan PKB. Jumlah seniman yang terlibat sebanyak 10.000 orang dari komunitas dan sekaa unggulan dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Termasuk, delegasi luar negeri.

Agenda terdiri dari 43 jenis Rekasadana atau pergelaran, 3 jenis Utsawa atau parade, 13 Wimbakara atau lomba, 2 Kandarupa atau pameran dan 6 kegiatan Kriyaloka atau Lokakarya dan 6 topik Widyatula (Sarasehan).

“Khusus untuk program Widyatula atau sarasehan, berbeda dengan penyelengaraan PKB tahun-tahun sebelumnya yang hanya diadakan satu kali, untuk tahun 2021 diselenggarakan enam kali sarasehan,” kata Arya Sugiartha.


Ia menambahkan, tema tersebut divisualisasikan melalui ikon utama yakni, pohon Kalpataru. Dalam perayaan PKB XLIII Tahun 2021, ada tagline agar viral di medsos yakni, #LuunganMabalihUliJumah dan #NontonPKBdariRumah. (Way)

Parade pawai atau peed aya PKB Ke-43 tahun 2021 dalam garapan visual – foto: Lokabali.com



Komentar

Berita Lain