Sedekah bumi dan wilujengan sura memiliki esensi membangun kesadaran manusia terhadap alam semesta, yang di dalamnya tidak hanya berisi hewan dan tumbuh tumbuhan, namun juga manusia dan mahkluk tak kasad mata.
Melalui tradisi kearifan yang ada masyarakat di tumbuhkan kesadaranya, di ingatkan kembali pentingnya alam semesta bagi keberlangsungan hidup seluruh mahkluk ciptaan Tuhan.
Dengan memiliki kesadaran, manusia dapat memayu hayuning bawana, menjaga keselamatan dunia.
Apalagi warga kampung Langensari merupakan masyarakat yang menetap di dalam lingkungan keraton Solo, sehingga melalui tradisi gang ada di harapkan mereka tidak hanya menjadi penjaga tradisi kearifan yang ada, namun juga melestarikanya.
Ki Lawu Warta, budayawan jawa yang memimpin acara sedekah bumi dan ruwatan nagari menyampaikan pesan kepada para generasi muda pentingnya mengenal dan mencintai budaya sendiri.
‘ Sebagai jati diri dan karakter bangsa’ Tuturnya
Acara sedekah bumi ruwatan nagari yang di kemas dalam tema kidung suran, di akhir acara bagikan ratusan jenang sura untuk warga. / Jk




















Komentar