oleh

Sendang Seliran, Mata Air Keramat Di Makam Raja Raja Mataram

-Budaya-6.321 views

LOKABALI.COM- Komplek masjid kota gede di kenal dengan sebutan Masjid gede mataram. Masjid ini di bangun oleh Panembahan Senopati pada tahun 1511 jawa, atau 1589 Masehi.

Komplek masjid gede mataram memiliki tiga pintu gapura berbentuk paduraksa di sisi timur, selatan dan utara.

Berdasarkan corak atau gayanya, bangunan tersebut merupakan akulturasi dengan aristektur gaya arsitektur pra islam, yang lazim pada percandian masa klasik.

Di halaman masjid terdapat tugu jam yang pernah di bangun oleh Sunan Pakoe Boewono X. Sejak pertama kali di bangun sampai dengan sekarang, masjid gede mataram telah mengalami beberapa kali perbaikan dan pengembangan.

Di belakang masjid gede Mataram terdapat makam raja raja pendiri Mataram Islam pertama diantaranya, makam Ki Ageng Pemanahan, makam Panembahan Senopati, makam Panembahan Hanyakrawati seda ing krapyak, makam Sultan Hamengkubuwono II, makam Sultan Hadiwijoyo yang pindahkan dengan cara di sorok, di ambil tanahnya dari makam butuh, serta puluhan makam keluarga mataram lainya.

Setiap hari Makam raja raja Kota Gede ramai di kunjungi para peziarah. Selain berziarah, ada juga yang melakukan ritual mandi suci dan ngalap berkah di sendan seliran.

Untuk berziarah, para pengunjung harus mengenakan pakaian adata jawa Jogja atau Surakarta.

Sebelum berziarah, para pengunjung biasanya lebih dulu akan melakukan sesuci di Sendang Seliran. Sendang keramat yang di akui oleh masyarakat, di buat oleh Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati untuk mandi bersama keluarga.

Dari berbagai sumber keterangan, diyakini mata air sendang seliran di percaya dari makam Panembahan Senopati. Oleh sebab itu, sampai saat ini sendang seliran masih terus di keramatkan oleh warga masyarakat sekitar.

Di komplek makam raja-raja Mataram terdapat empat sendang yaitu, sendang kakung, sendang puteri, sumber kemuning, dan sumber
bendha.

Kata Sendang Seliran merujuk pada dua sendang yakni, sendang
kakung dan sendang puteri.

Sendang kakung dan sendang putri berada di area yang sama, namun berasal dari sumber mata air yang berbeda. Sumber air sendang kakung berasal dari mata air yang mengalir tepat di bawah makam raja-raja, kemudian masuk melalui lubang di bawah sendang bagian utara.

Sedangkan sumber mata air sendang putri berasal dari bawah pohon beringin besar yang berada di gerbang utama komplek makam.

Di dalam kolam sendang terdapat berbagai jenisi kan. Hanya saja ada satu jenis ikan yang dipelihara khusus oleh para abdi dalem pengelola makam raja raja yaitu ikan lele putih.

Ikan ini diyakini merupakan ikan mistik penjaga sendang sendang kakung. Siapa saja yang memperlakukan ikan itu
secara tidak benar, diyakini akan mendapatkan balak.

Keterangan gambar : Tokoh spiritual Gus Aryo / Foto : Lokabali

Menurut tokoh spiritual Aryo Jati, sendang seliran tidak hanya sekedar sumber mata air yang harus di jaga kelestarianya, akan tetapi juga banyak di pakai para peziarah untuk ngalap berkah.

‘ Selain untuk sesuci sebelum berziarah, juga banyak yang memanfatkan air sendang seliran untuk keperluan medis dan non medis. Seperti mengobati sakit, ruwatan dan keperluan lainya ‘  Jelas tokoh spiritual yang akrab di sapa Gus Aryo dalam keteranganya

Lebih jauh di katakan oleh Gus Aryo, untuk keperluan ngalap berkah, pengunjung biasanya di pandu oleh para abdi dalem. Akan tetapi bisa juga di arahkan oleh tokoh spiritual yang menuntunya.

Tak jarang, ada juga pelaku ritual yang memiliki hajad agar dimudahkan kedudukan pangkat dan derajatnya. Mengingat para leluhur yang ada di makam tersebut adalah raja raja pemegang wahyu kederajatan.

Tokoh spiritual yang kerap mengantarkan para pejabat berziarah di makam raja raja ini menambahkan, sebelum memohon hajad kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, peziarah di haruskan lebih dulu mengirim doa kepada para leluhur.

Setelah mengirimkan doa, barulah memohon hajadnya kepada Allah SWT, agar di ridhoi dan di mudahkan segala permohonannya.

Mitos kekeramatan dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan Sendang Saluran, merupakan bagian dari pengejawantahan penghormatan masyarakat kepada Panembahan Senopati.

Begitupun pentingnya melestarikan sumber mata air, yang menjadi sumber kehidupan seluruh mahkluk di bumi ini./ Jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain