oleh

Sejarah Ringgit, Wayang Dalam Perjalanan Dakwah Walisongo

-Budaya-14.359 views

Ratu Tunggul di Giri Kedathon juga  mengarang pakem cerita dan suluk beserta perlengkapan ringgit. Setelah semuanya selesai, penyempurnaan ringgit kemudian dikenal dengan sebutan ringgit kidang kencana.

Tahun 1485 Sunan Giri membuat ringgit gedog dengan rambut sama halnya seperti ringgit purwa. Gelung rambut di hilanngkan dan semua tokoh memakai keris, memakai gelang anting anting, namun tanpa wanara dan raksasa. Prabu Kelana dan punggawanya memakai udeng dengan mengambil cerita seperti halnya pada serat Panji.

Dengan pakem cerita yang dikisahkan semalam suntuk di iringi gamelan pelog, serta suluk laras lima, enam maupun pelog barang.

Selanjutnya di era yang hampir bersamaan, Sunan Bonang juga membuat ringgit beber gedhog untuk menandingi ringgit beber purwa dengan memakai iringan rebab, kendang, trebang, angklung, kenong dan keprak yang kemudian di sebut dengan gending gamelan kethiprak.

Perubahan dalam kebudayaan ringgit silih berganti dari jaman ke jaman, tak terkecuali pada masa akhir walisongo di era kasultanan Pajang.  Sultan Hadiwijaya juga melakukan perubahan pada kebudayaan ringgit purwa dalam hal tata busana para raja, ksatriya, para punggawa dan para prajurit di buat semua mengenakan celana ataupun tidak mengenakan celana sesuai dengan kepantasan masing masing ketokohanya.

Sedangkan kera dan raksasa masih memakai cawat dengan wajah bermata dua. Sementara itu tokoh para dewa di buat dalam bentuk miring tanpa mengenakan pakaian seperti halnya pada bentuk arca.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain