Baca juga : Keris sakral puputan klungkung dan benda bersejarah Nusantara di repatriasi oleh Belanda ke Indonesia
Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M berharap, peran serta seluruh pihak, khususnya Pemerintah dan lembaga pendidikan, agar tidak melupakan akar budaya kearifan yang dimiliki di setiap daerah. Mempertahankan pendidkan karakter di masing masing daerah. Menjalin sinergi dengan lembaga lembaga kebudayaan untuk memperkuat dan membangun kembali budaya tradisi kearifan yang ada di tengah masyarakat.
‘ Sebab hanya dengan kebersamaan menguatkan kembali budaya kearifan milik bangsa, kita akan menjadi kuat.’ Tukasnya.
Acara wilujengan suran yang di selenggarakan di pendhapa UNDHA AUB Surakarta, di hadiri para tokoh budaya, budayawan, pegiat seni budaya dan komunitas pelestari budaya seperti Yayasan Forum Budaya Mataram, komunitas sejarah yang tergabung dalam Semak Belukar dan lembaga lembaga kebudayaan lainya.
D akhir acara wilujengan di bagikan jenang suran sebagai wujud rasa syukur atas nikmat dan Rahmat yang sudah di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. / Tok
Baca juga : 7 Falsafah kepemimpinan Sultan Agung



















Komentar