oleh

Menjaga Jejak Peradaban Keris Nusantara

-Budaya, Seni-3.273 views

LOKABALI.COM – Pameran Keris bertajuk peradaban Nusantara secara resmi di buka oleh Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Sela, di kawasan Candi Sukuh, lereng Gunung Lawu.

Hadir pada acara pembukaan Ketua Forum Budaya Mataram, Dr. BRM Kusuma Putra , S.H,.M.H, beserta para pegiat budaya dan pecinta dunia perkerisan tanah air.

Keterangan gambar : Pameran Keris Peradaban Nusantara / Foto: Lokabali

Pameran Keris yang di gelar selama dua hari (1-2/9) di Pendapa Candi Sukuh, di ikuti puluhan kolektor dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jogja dan Jawa Timur.

Tak kurang dari tujuh puluh keris, dari mulai tangguh Purwacarita sampai dengan tangguh Kamardikan semua di pamerkan di ajang pameran keris peradaban Nusantara.

Keterangan gambar : Ketua FBM pada saat memberikan ketarangan di pameran keris / Foto: Lokabali

‘ Selain menggelar pameran, panitia juga menyelenggarakan bursa keris, kirab budaya dan diskusi dengan mengambil tema Relief Pande Di Candi Sukuh ‘ Jelas Toni Hatmoko, Ketua Panitia Pameran Keris dari Yayasan Surya Candra Kartika, Karanganyar.

Keterangan gambar : Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Sela, saat memberikan keterangan pers di dampingi Ketua FBM, Dr. BRM Kusuma Putra, S.H, M.H dan Ketua Panitia Pameran Keris, Tony Hatmoko. / Foto: Lokabali

Sementara itu selaku lembaga pemerhati budaya, Ketua Forum Budaya Mataram ( FBM) yang juga pecinta keris Nusantara, Dr. BRM Kusuma Putra, SH, MH mengapresiasi pameran keris yang di selenggarakan oleh insan perkerisan Karanganyar di pendapa Candi Sukuh.

Baca juga : FBM mengapresiasi pameran keris peradaban nusantara

Pameran ini tidak hanya memperkenalkan keris Nusantara dari masa ke masa. Namun juga memberikan edukasi dan mengangkat potensi wisata di Kabupaten Karanganyar, dengan di selenggarakanya pameran di pendapa Candi Sukuh.

Keris kata Kusuma, merupakan mahakarya seorang Empu yang memiliki nilai eksoteri dan isoteri. Visualisasi seni dan isi dari nilai yang tak tampak dalam sebuah mahakarya keris Nusantara.

Eksoteri merupakan visualisasi mahakarya seorang empu yang tampak pada bilah keris. Sedangkan nilai isoteri tak lepas dari proses pembuatan keris yang di lakukan melalui perjalanan panjang spiritual.

Selama berabad abad keris mengalami pergeseran fungsi perancanganya. Dari semula dirancang sebagai senjata tajam, kemudian beralih menjadi benda yang memiliki fungsi sosial. Dan bergeser lagi menjadi benda yang di agungkan dan di sakralkan, karena mengandung pesan nilai nilai ketuhanan.

Pergeseran ini tak lepas dari peran spiritual seorang empu saat proses pembuatan keris yang dilakukan dengan laku dan asah kesabaran. Sehingga mampu memiliki nilai isoteri yang tak dapat di visualisasikan secara kasad, ujar Ketua FBM menambahkan.

Hal itu menunjukan bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang sangat luar biasa. Menunjukan jika nenek moyang kita juga sangat luar biasa, sehingga mampu menciptakan mahakarya yang sampai saat ini masih dapat kita lihat dan lestarikan keberadaanya.

Kusuma berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan di gelar lebih besar lagi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tak terkecuali dukungan dari Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian terkait juga sangat di harapkan.

“Karena ini bentuk nguri uri budaya bangsa kita dan menjaga jejak peradaban keris nusantara. Sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat apa itu tosan aji, apa itu keris.’ Ujarnya menandaskan/Jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain