LOKABALI.COM-Memiliki pekerjaan sebagai makelar tanah atau perantara memang tidak mudah, dibutuhkan ketrampilan untuk meyakinkan calon pembeli agar tertarik membeli tanah yang di tawarkan. Apalagi kepercayan di tengah masyarakat meyakini, jika pembeli dan tanah memiliki jodoh. Untuk itu di butuhkan berbagai cara strategi agar tanah yang di jual bisa cepat laku.
Selain memakai cara modern lewat iklan di media massa, tak jarang para penjual tanah juga kerap menggunakan ritual khusus ngalap berkah di tempat keramat, agar tanah yang di jual cepat laku.
Salah satu tempat keramat yang kerap dipakai untuk ngalap berkah jual beli tanah agar cepat laku yakni makam Raden Bagus Ismail dan Sulastri di daerah Cepu, Jawa Tengah.
Makam keramat tersebut berada dalam satu komplek makam santri sembilan yang lokasinya tak jauh dari petilasan Aryo Jipang.
‘ Kebanyakan mereka yang nyekar kesini, ada juga yang memiliki hajad jual beli tanah dan urusan dagang agar cepat laku.’ kata Sukarjo, juru kunci makam Raden Bagus Ismail dalam keteranganya.
Karjo, para peziarah yang datang ngalap berkah tidak hanya datang dari daerah Cepu dan sekitarnya, tetapi ada juga yang dari luar daerah. Selain para pedagang dan pengusaha, banyak juga peziarah yang ingin menjual tanahnya agar cepat laku terjual.
Tak sedikit mereka yang sudah berhasil menyembelih kambing sebagai ungkapan wujud rasa syukur atas keberhasilan hajad hajadnya. Kambing yang di sembelih lantas di masak di buat kenduren dan di bagi bagikan kepada warga sekitar.
Pelaku ritual yang ingin tanahnya cepat laku terjual, biasanya membawa syarat segenggam tanah dari lahan pekarangan yang akan di jual. Melalui perantara juru kunci, tanah tersebut di doakan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar hajad peziarah dikabulkan.
Peziarah juga dapat berdoa sendiri di makam memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa, namun lebih dulu sebaiknya mendoakan para ahli kubur yang ada di makam tersebut.
‘Seperti lazimnya para peziarah, selain membawa bunga saat ritual ngalap berkah, mereka juga membawa minyak wangi. Di karenakan sudah menjadi tradisi saat berziarah di makam Raden Bagus Ismail dan Sulastri. Makam ini hanyalah sebagai tempat bagi para palaku ritual, untuk berdoa memohon ridhoNya’ Jelas Pak Karjo
Kebiasaan para peziarah yang membawa minyak wangi syarat ritual, dapat di lihat pada saat kita berada di makam Raden Bagus Ismail. Tampak ratusan botol minyak wangi berserakan di atas makam. Setiap kali makam di penuhi botol minyak wangi, juru kunci membersihkan dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah.
Terdapat pantangan yang tidak boleh di langgar oleh peziarah saat mereka berada di makam Raden Bagus Ismail yakni, tidak boleh membawa benda apapun yang berasal dari makam.
Menurut kata juru kunci, konon benda tersebut banyak yang di ikuti khodam jin. Sehingga jika di ambil dan di bawa pulang bisa saja menimbulkan masalah, tak terkecuali membuat orang kesurupan.
Akan tetapi di akui juga oleh Sukarjo, terkadang banyak peziarah nekad mengambil sesuatu benda seperti tanah, bata atau bunga dari makam untuk keperluan tertentu.
Padahal sudah di sarankan untuk tidak melanggar pantangan tersebut. Dampaknya jika ada yang kesurupan, barulah mereka datang kembali ke makam meminta pertolongan juru kunci. Peristiwa tersebut kerap dialami para peziarah yang nekad melanggar pantangan, jelas juru kunci makam Raden Bagus Ismail. /Tok




















Komentar