Diceritakan, sulitnya para wali menyebarkan siar kala itu, lantas membuat Sunan Kalijaga menggunakan wayang sebagai media siar dan dakwah.
Untuk mengiringi siar, Sunan Kalijaga mengarang tembang macapat seperti Dandhanggula dan tembang tembang lainya.
Keberhasilan dakwah dan siar Sunan Kalijaga melalui media wayang dan tembang macapat, lantas di tiru oleh para wali yang lain seperti Sunan Muria yang menciptakan tembang Pangkur, Sinom dan juga tembang tembang lain yang juga di buat oleh para wali.
Seiring dengan perjalananya waktu dari masa ke masa, tembang macapat tersebut akhirnya kita kenal seperti sekarang ini.
Para wali dalam mengarang tembang macapat tidak hanya sekedar membuat karya seni, namun juga di dasari dengan nilai rohani, jiwa dan rasa. Sehingga laras dalam tembang macapat diyakini oleh masyarakat jawa, memiliki kekuatan mampu mengusir energi negatif.




















Komentar