oleh

Kemantren Langenpraja Mangkunegaran Mengakhiri Roadshownya Di Thailland

-Berita, Budaya-2.393 views

LOKABALI.COM-Kemantren Langenpraja International Roadshow 2022 by Mangkunegaran mengakhiri penampilan roadshownya pada tanggal 16 -21 di Thailand.

Keterangan gambar : Mangkunegoro X saat foto bersama dengan para delegasi budaya dari Puro Mangkunegaran/ Foto: Biro humas media Puro Mangkunegaran

Program Kemantren Langenpraja International Roadshow 2022 diselenggarakan dalam rangka diplomasi budaya dan membangun hubungan internasional Puro Mangkunegaran.

Departemen kesenian Puro Mangkunegaran di bawah
binaan GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo tersebut, memperkenalkan kebudayaan Mangkunegaran kepada masyarakat Thailand, dengan cara berpartisipasi dalam kegiatan Indonesian Cultural Night – Trade, Tourism, Investment, and Cultural (TTIC).

‘ Sebuah forum yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Siam Square One, Bangkok.(18/9/22)’ Jelas Graj. Ancillasura dalam keterangan persnya.

Pada ajang pementasan tersebut, Kemantren Langenpraja menampilkan dua tarian, yakni Beksan Gambyong Pareanom dan Beksan Bondoyudho.

Para penari yang tampil diantaranya, RT. Samsuri, Citra Wahyu Arsiani, Retno Wulan Sulanjari, Muhammad Nur Aziz, Sri Hastuti, Joko Pebrianto, Aminudin dan Khafita Pramesti Ningtyas.

Beksan Gambyong Pareanom jelas GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, merupakan cermin warna khas Mangkunegaran yakni pareanom, hijau dan kuning. Sebagai cermin dari kemakmuran dan kesuburan.

Tari ini berkembang pesat di era KGPAA. Mangkoenagoro VIII. Adapun Beksan Bondoyudho diciptakan pada masa pemerintaha KGPAA. Mangkoenagoro V, yang menceritakan tentang prajurit laki-laki tengah belajar bertarung menggunakan tongkat dan perisai.”

Pada misi budaya di Thailand, Puro Mangkunegaran juga melakukan kunjungan dan audiensi di Chulalongkorn University (19/9/22) bersama dengan pejabat KBRI di Bangkok.

Delegasi dari Puro Mangkunegaran dipimpin langsung oleh SIJ. KGPAA. Mangkoenagoro X bersama dengan GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo dan didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Bapak Rachmat Budiman, beserta jajaran KBRI Bangkok.

Sementara itu dari pihak Chulalongkorn University diwakili oleh President Chulalongkorn University, Prof. Bundhit Eua-arporn, Ph.D., dan jajaran (faculty member) Faculty of Fine and Applied Arts Chulalongkorn University.

Delegasi Puro Mangkunegaran dan KBRI Bangkok melakukan kunjungan ke Museum Chulalongkorn Universiti, serta menyelenggarakan diskusi terkait kerja sama di bidang kebudayaan antara Puro Mangkunegaran dan Chulalongkorn University.

Kemantren Langenpraja juga mengadakan workshop gerakan dasar tari Jawa gaya Mangkunegaran bagi mahasiswa dan mahasiswi Chulalongkorn University.

Dalam keteranganya, SIJ. KGPAA. Mangkoenagoro X mengatakan, kunjungan ini terinspirasi dari kunjungan Raja Thailand Rama VII dan Ratu Rumbai Barni ke Surakarta pada bulan Agustus 1929, yang kala itu disambut langsung oleh KGPAA. Mangkoenagoro VII.

Oleh sebab itu hubungan Mangkunegaran dan Thailand sebenarnya sudah sejak lama terjalin, sehingga pertemuan ini merupakan langkah lanjutan untuk mempererat hubungan bersama.

‘ Kami mendiskusikan potensi kerja sama di bidang kebudayaan di antaranya tarian dan batik. Sebab mereka sangat tertarik dengan dua hal tersebut./jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain