oleh

Katurangan Burung Perkutut Penangkal Santet

-Budaya, Nusantara-12.288 views

LOKABALI.COM-;Burung perkutut katuranggan seperti halnya keris pusaka pamor yang di yakini dapat mempengaruhi jalan kehidupan pemiliknya jika dipelihara. Keris pusaka di sebut wesi aji, sedangkan burung perkutut di sebut peksi aji.

Keduanya memiliki kesamaan baik dari sisi mitologi, antara pamor dan katurangganya yang menggambarkan sifat alami dari burung perkutut dan wesi aji.

Jika burung perkutut memiliki katuranggan terbentuk secara alami, keris pusaka memiliki pamor yang di bentuk dari cipta, rasa dan keinginan hati sang empu pada saat menempa besi aji.

Tidak semua burung perkutut dapat memiliki katurangan, selain burung perkutut lokal, katuranggan hanya dapat dimiliki secara alami. Perkutut merupakan burung yang sarat dengan nilai mistis, apalagi keberadaanya kerap di kaitkan dengan hal dan peristiwa ghaib.

Tak jarang sampai saat ini masih banyak masyarakat lokal yang mempercayai kekuatan mistis perkutut katuranggan. Apalagi sifat katuranggan tersebut ada dalam catatan serat serat kuna yang di tulis dalam aksara jawa.

Sehingga mau tidak mau burung perkutut katuranggan kerap di anggap sebagai salah satu hewan keramat yang sampai saat ini masih memiliki nilai kearifan di tengah modernisasi jaman.

Di kutip dari berbagai sumber serat serat kuna, sejak jaman dahulu masyarakat Jawa sudah memiliki salah satu pegangan yang di sebut ilmu titen.

Sebuah kejadian atau peristiwa yang terjadi secara berulang ulang oleh suatu sebab dan musabab berdasarkan alam sekitar. Ilmu tersebut sampai saat ini masih kerap dijadikan suatu pegangan pada saat tertentu, seperti halnya katuranggan burung perkutut.

Beberapa katuranggan burung perkutut dalam primbon jawa diantaranya, Perkutut Srikuning dengan ciri ciri di sekitar mata berwarna kuning. Pada bagian bawah terdapat bulu berwarna kuning. Burung perkutut Srikuning di yakini memiliki daya mendatangkan rejeki jika di pelihara.

Burung Perkutut Bramakokop memiliki ciri ciri di bawah paruh terdapat bulu seperti jenggot, dengan warna coklat kemerahan. Jika di pelihara konon kerap mendatangkan sakit bagi pemiliknya.

Beberapa katuranggan burung perkutut yang dianggap tidak baik jika di pelihara antara lain katuranggan Bramasulur dengan ciri ciri bulu kemerahan.

Bramakakap dengan ciri ciri bulu dikepala berwarna putih sampai ke paruh. Durga ngerik, dengan ciri ciri siang malam manggung. Durga nguwuh, dengan ciri ciri manggung pada tengah malam. Sêngkala pipit dengan ciri ciri di bawah sayap berwarna putih.

Katuranggan sanggabuwana dengan ciri ciri terdapat bulu putih berdiri di atas kepala. Lêmburuhan dengan ciri ciri bulu brumbun, seperti bulu mabung.

Katuranggan candhala sabda dengan ciri ciri di atas pundak terdapat bulu berwarna putih. Katuranggan Wisnu tinundhung, dengan ciri bulu dada berwarna sedikit hitam.

Sedangkan dari mana jenis burung perkutut tersebut berasal, dapat diketahui dari warna bulunya. Burung Perkutut Pajajaran berasal dari Pajajaran memiliki ciri ciri bulu bersirat warna unggu di bagian dadanya.

Burung Perkutut Majapahit dengan ciri ciri bersirat warna hijau di dadanya. Perkutut Tuban dengan ciri kaki berwarna merah, bulu dada berwarna putih, paruhnya pendek. Burung Perkutut Mataram ciri ciri kaki dan dadanya semburat warna putih, paruh pendek.

Burung Perkutut Pajang dengan ciri kaki, dada dan tapak kakinya berwarna abu abu. Burung Perkutut Sedayu ciri ciri kaki berwarna putih sedikit abu abu, dada dan kakinya.

Sedangkan burung perkutut yang konon memiliki kekuatan mampu menangkal santet diantaranya perkutut katurangan kol buntet dan satria kinayungan, dengan ciri terdapat bulu putih diatas kepala.

Dari cerita para penggemar burung perkutut katuranggan di ceritakan, pernah ada salah seorang bernama Endra pemilik burung katuranggan kol buntet, konon ia pernah di kirimi santet dan di tangkal oleh burung peliharaanya.

Hal tersebut di ketahui Endra pada saat pagi hari. Di dalam kandang terdapat ceceran gumpalan darah berwarna merah yang di yakini berasal dari darah burung perkutut katuranggan kol buntet. Ceceran darah burung tersebut juga menempel di jeruji dan wadah pakan burung.

Kejadian aneh yang di lihat Endra tidak hanya sekali saja, akan tetapi pada suatu malam ia sempat melihat burung tersebut menggelepar di lantai kurungan dan memuntahkan darah. Seakan tengah bertarung dengan kekuatan tak kasad mata.

‘ Anehnya, pada pagi hari burung itu sehat kembali ‘ Kata Endra dalam ceritanya.

Di akui Endra, bisnis usaha yang di gelutinya membuat beberapa pesaing berusaha menjatuhkan usahanya. Di karenakan tidak memiliki keberanian berhadapan langsung, pesaingnya lantas memakai cara halus untuk mencelakainya.

Percaya atau tidak, peristiwa tersebut merupakan pengalaman hidup yang tidak pernah ia lupakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga di dalam keluarganya./ Tok

 

 

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain