oleh

Jelang Kirab Malam 1 Sura, Pawang Kebo Kyai Slamet Nyatakan Kesiapanya

-Berita, Budaya-3.105 views

LOKABALI.COM- Kondisi Kebo Bule Kyai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta terus di pantai kesehatanya oleh petugas kesehatan hewan dari Kota Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut terungkap saat Dinas melakukan pengecekan di Kandang Kerbau Alun Alun Selatan. Kamis Siang (27/7).

Saat di konfirmasi Lokabali di lokasi kandang sebelah selatan, salah satu petugas kesehatan hewan menyampaikan, jika Kerbau Bule Kyai Slamet kondisinya baik namun masih terus dalam pemantauan.

Sebelumnya di beritakan, beberapa kebo bule milik Keraton Solo di informasikan tertular PMK. Namun saat ini kondisinya mulai membaik.

Yang sama, Heri, selaku pawang Kerbau Bule Kyai Slamet juga menyampaikan hal yang sama. Kondisi kerbau bule yang di cek kesehatanya kondisinya baik.

Keterangan gambar : Heri, pawang kebo bule kyai Slamet milik Keraton Kasunan Surakarta / Foto : Lokabali

Sementara itu terkait dengan rencana kirab malam satu sura yang akan di gelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta, sebagai pawang Kerbau ia menyampaikan kesiapanya. Apalagi kirab kerbau bule Kyai Slamet merupakan tradisi di keraton Solo yang di selenggarakan setiap tahun jelang malam satu suro.

Masa Pendemi kirab kebo bule malam satu suro di tiadakan, oleh karena itu kirab tahun ini menjadi harapan bagi warga kota Solo untuk dapat melihat tradisi tersebut.

Perayaan menyambut malam satu suro pasca pandemi covid19 di Keraton Solo rencananya akan menggelar kirab namun pelaksanaanya lebih dulu  menunggu hasil koordinasi dengan Pemkot Solo.

Kirab apakah akan mengambil rute lama mengitari keraton di dalam tembok beteng, atau rute baru ( pasca peristiwa malari, kirab mengitari tembok beteng ).

Kirab malam satu suro merupakan tradisi yang di lakukan sejak masa Pemerintahan PB X.

Di era kepemimpinan PB X, kirab di lakukan dengan cara mengitari keraton di dalam tembok Beteng. Pusaka keramat Kanjeng Kyai Slamet di kirabkan di cucuk lampahi oleh kebo bule pemberian Bupati Ponorogo dimasa pemerintahan PB II.

Seiring dengan berjalanya waktu, kerbau pengiring pusaka Kanjeng Kyai Slamet kemudian di kenal dengan nama Kerbau Kyai Slamet.

Di masa kepemimpinan PB XII,  Presiden Soeharto meminta Kirab Kebo Bule dilakukan di luar tembok beteng guna meredam dan berihtiar  pasca peristiwa Malari./ Jud

 

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain