oleh

Bulan Sura Penanggalan Jawa

-Budaya-5.050 views

LOKABALI.COM- Bulan Suro dalam kehidupan masyarakat Jawa dianggap bulan yang keramat dan di sakralkan. Pada bulan tersebut masyarakat Jawa selalu melakukan aktifitas kerohanian seperti laku prihatin ziarah, puasa dan bertapa di tempat tempat keramat.

Baca juga : Tradisi Pelebon Raja Denpasar

Mereka melakukan perenungan dan mawas diri terhadap perjalanan laku kehidupan yang sudah di jalani selama setahun berlalu.

Sebagai tahun baru jawa, pergantian awal tahun tersebut berbeda dengan tahun baru masehi yang selalu di warnai oleh hiruk pikuk terompet dan kemeriahan.

Menghormati kesakralan bulan sura dalam kehidupan masyarakat jawa di lakukan dengan sangat dalam. Salah satunya dengan tidak menggelar hajatan saat awal hingga akhir bulan suro.

Selain itu segala hal yang berhubungan dengan upacara ritual, adat dan tradisi, seperti jamasan pusaka, kirab pusaka, serta pemberian sesaji di tempat tempat keramat, di lakukan sebagai bentuk menjaga keseimbangan alam yang di gelar pada bulan suro.

Bulan Suro berawal pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusumo. Suro memiliki makna penyatuan dalam mempersatukan seluruh kekuatan rakyat.

Baca juga: Pertapaan Pringgodani gunung lawu

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain