oleh

Banjar Merta Nadhi Jadi Pilot Project Bali Bebas Covid-19 dengan Aplikasi Berbasis QRCode

LOKABALI.COM – Banjar Merta Nadhi di Jalan Gadung No. 47 Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara dipilih sebagai pilot project pemasangan QRCode, yang merupakan aplikasi pelacak mobilitas penduduk.

Kegiatan itu sekaligus menjadi sosialisasi riset Ideathon Bali Kembali bertajuk ‘Implementasi Sistem Tracing dan Tracking Mobilitas Publik Berbasis CRCode dan Big Data untuk Mendukung Pembukaan Industri Pariwisata di Bali: Studi Kasus Kota Denpasar’.

ITB-STIKOM-Bali

Berita Terkait
ITB STIKOM Bali Kembangkan Aplikasi Tracing Kontak Covid-19

Direktur Layanan Industri, Karir, dan Alumni ITB STIKOM Bali Dr. Evi Triandini, M. Eng menjelaskan, kegiatan pemasangan QRCode di Banjar Merta Nadhi dibiayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Tujuan pemasangan QRCode di Banjar Merta Nadhi bertujuan untuk mendapatkan data masyarakat yang datang ke wilayah itu. Jika ada yang terpapar covid-19 maka masyarakat yang pernah kontak dengannya akan mendapatkan notifikasi, ini akan mengurangi terjadinya klaster keluarga,” kata Evi Triandini di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Rabu (25/08/2021).

Kepala Dusun (Kelian Banjar) Merta Nadhi AA Rai Dana Putra mengatakan, pihaknya berterima kasih karena wilayahnya menjadi pilot project penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Menurut Dana Putra, alat tersebut dinilai sangat membantu melacak keluarga yang terpapar Covid-19.

Seperti diketahui ITB STIKOM Bali dan Bamboomedia bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar melakukan project untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar.

Kepala Dinas Kominfostatistik Kota Denpasar, Dr. I Dewa Made Agung, SE, M.Si secara virtual mengatakan, pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung kegiatan pemasangan QRCode di Banjar Merta Nadhi.

Denpasar memiliki kurang lebih 400 Banjar. Dewa Made Agung mengharapkan, banjar-banjar tersebut bergabung dalam program ini.

“Semakin banyak banjar dipasang QRCode akan lebih memudahkan kita mendeteksi siapa saja di lingkungan terdekat kita yang terpapar Covid-19,” kata Dewa Agung.

Sementara, Presiden Joko Widodo menunjuk Bali sebagai tuan rumah perhelatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022. Forum GPDRR yang diadakan oleh PBB ini akan dihadiri oleh delegasi dari 193 negara dengan melibatkan peserta sebanyak 5.000-7.000 orang. Karena itulah Bali dituntut harus bebas Covid-19.

Dalam hal ini, ITB STIKOM Bali mendapat kepercayaan dari BNPB untuk melakukan riset bersama Bamboomedia dan Dinas Kominfostatistik Kota Denpasar.

Riset dilakukan untuk pengembangan aplikasi berbasis QRCode sebagai alat pelacak mobilitas penduduk kota Denpasar. Aplikasi berbasis QRCode ini akan memberikan informasi akurat tentang berapa orang yang terpapar dari satu kerumunan dan mengirimkan kembali kepada Satgas Covid-19. (Way)



Komentar

Berita Lain