oleh

Keangkeran Pertapaan Kembang Lampir

-Budaya-344 views

LOKABALI.COM- Kembang Lampir merupakan petilasan tempat laku bertapa Ki Ageng Pemanahan sebelum akhirmya ia berhasil mendirikan Keraton Mataram Islam dan menduduki tahta dengan gelar Ki Ageng Mataram.

Pertapaan kembang lampir konon di jaga para jin yang berasal dari laut selatan. Oleh karena itu pantang bagi pengunjung mengenakan pakaian ungu terong dan hijau muda jika berkunjung ke Pertapaan Kembang Lampir.

Keberadaan Pertapaan Kembang Lampir tak lepas dari peran Sunan Kalijaga yang meminta dua orang muridnya, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Giring untuk sama sama bertapa mencari wahyu kanalendran dalam rangka membangun keraton baru pasca runtuhnya Kerajaan Pajang.

Oleh Sunan Kalijaga Ki Ageng Pemanahan di minta bertapa di kembang lampir, sedangkan Ki Ageng Giring bertapa di Desa Sodo Giring ( tumurunya wahyu gagak emprit ).

Jejak perjalanan Ki Ageng Pemanahan sebelum bertapa di Kembang Lampir ( Gunung Kidul ) ia lebih dulu singgah di sebuah dusun di daerah Boyolali yang sekarang juga di sebut dusun Kembang Lampir.

Pertapaan Kembang Lampir tak pernah sepi dari kunjungan para pelaku ritual yang ingin ngalap berkah pangkat derajat. Meski pertapaan tersebut berada di kawasan hutan jati yang masih di selimuti aura mistis, namun setiap malam tertentu banyak pengunjung datang menjalani laku ritual.

Untuk mencapai petilasan pertapaan Ki Ageng Pemanahan, para pengunjung lebih dulu harus menaiki anak tangga. Tiap trap jalur anak tangga yang mengarah ke kepertapaan, konon masing masing di jaga para lelembut yang bertugas mengawasi kebersihan jiwa dan niat para pelaku ritual.

‘ Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika banyak pelaku ritual kadang merasa di ikuti seseorang, atau melihat penampakan seperti ular saat berada di Kembang Lampir. Karena hati dan niatnya belum bersih dari hawa nafsu ‘ Jelas Jito, salah satu warga desa yang rumahnya tak jauh dari pertapaan Kembang Lampir.

Hanya yang benar benar bersih hatinya saja yang di perkenankan melakukan ritual di pertapaan Kembang Lampir.

‘ Mereka yang belum merasa bersih hatinya, biasanya akan timbul rasa takut dan was was. Kondisi tersebut jika di paksakan kerap akan membuat pelaku ritual bingung dan kaget jika tiba tiba melihat penampakan sosok mahkluk ghaib.’ Kata Jito menambahkan

Keangkeran Pertapaan Kembang Lampir sampai sekarang bukan isapan jempol semata, apalagi tempat tersebut masih di sakralkan secara adat istiadat oleh Keraton Jogja. Untuk itu bagi para pengunjung yang ingin menjalani laku ritual di pertapaan Kembang Lampir di sarankan lebih dulu membersihkan hati dan pikiran dari nafsu kekotoran duniawi.

Beberapa tokoh spiritual yang pernah menjalani laku di pertapaan Kembang Lampir mengatakan, jika di dalam pertapaan Ki Ageng Pemanahan kerap terlihat sinar cahaya biru mencorong.

Sinar biru tersebut konon berasal dari cahaya sebuah pusaka yang ada di dalam pertapaan. / jud



Komentar

Berita Lain