oleh

Duta Wisata Bali AA Putu Mayun Saputra Ajak Masyarakat Lestarikan Kearifan Lokal

-Profil-603 views

LOKABALI.COM – Teruna Teruni Bali adalah ajang pemilihan pemuda pemudi Bali yang pertama dan diakui oleh Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) sebagai Duta Wisata Bali yang memiliki jiwa pemimpin, berprestasi, cerdas dan berpenampilan menarik. Teruna Teruni Bali dibawah binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Teruna Teruni Bali sebagai duta wisata harus mempunyai dedikasi tinggi untuk mengabdi selama setahun, membantu mempromosikan Bali dan pariwisata Bali serta menjadi Pioner untuk mengemban misi sebagai duta wisata provinsi Bali ke tingkat nasional dan internasional.



Hal ini dikatakan oleh Anak Agung Putu Mayun Saputra, Teruna Bali 2021 kepada Lokabali.com, melalui aplikasi whatsapp pribadinya, Jumat (8/1/2021).

Agung Putu Mayun Saputra mengatakan, sebagai daerah yang menjadikan  pariwisata sebagai sumber utama ekonomi, Bali mengalami pukulan yang sangat berat akibat pandemi Covid-19. Corona memberi dampak yang jauh lebih signifikan dibanding peristiwa buruk yang terjadi sebelumnya.

Foto: Istimewa

“Bali harus kembali pada strategi lama sekaligus melestarikan warisan leluhur,  dengan memberikan perhatian lebih pada sektor lain yakni pertanian dan industri kerajinan,” jelasnya.

Agung juga memaparkan, akibat pandemi ini, setidaknya ada lima faktor yang membuat pariwisata butuh waktu untuk bangkit.

“Faktor pertama adalah aturan perjalanan yang lebih rumit, misalnya pelaku harus melakukan tes sebelum berpergian, kedua keputusan berwisata juga dipengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap keamanan daerah tujuan wisata terkait virus corona, kondisi ekonomi yang lemah, biaya wisata menjadi lebih mahal, dan yang sangat menentukan adalah kebijakan masing-masing negara,” paparnya.

Sebagai duta wisata, Agung menjelaskan bahwa tugas Teruna Teruni adalah mempromosikan kembali pariwisata Bali dengan merubah strategi promosi.

“Menurut saya, peran dari ketergantungan turis asing menjadi titik penting bagi saya disini, misalnya perbedaan harga yang dijual di Bali tidak dipengaruhi dari kualitas namun dari subjektifitas. Contohnya ketika wisatawan asing belanja topi di tawarkan dengan harga 2 atau 5 kali lipat dari harga jual. Ini yang membuat wisatawan lokal cenderung kurang merasa nyaman dan kepercayaan jika harga yang akan diperoleh akan sama dengan harga turis asing, selain itu juga jenis menu makanan yang sama dengan harga yang berbeda,” tuturnya.

Untuk menyikapi hal ini Agung mengharapkan masyarakat Bali harus lebih menyelaraskan diri ke wisatawan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap wisatawan asing.

Agung juga menjelaskan bahwa tidak ada kendala atau beban dalam menjalankan tugasnya sebagai Duta Wisata, sejak resmi dilantik (3/1/2021) lalu.

“Sebagai pemuda harus bersiap untuk ngayah/kerja keras yang tidak kenal pamrih,” kata agung

Ia juga mentargetkan 3 program kerja yakni aksi sosial, berbagi bahan pangan gratis di daerah Badung, dan melakukan pemberesihan Pura Tirta Empul, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Agung juga mengajak seluruh elemen masyarakat kususnya generasi muda untuk menjadikan Bali lebih baik lagi, dan selalu sadar diri akan potensi pulau Bali yang sudah dikenal di seluruh dunia dengan ciri khas budayanya. (Ros)



Komentar

Berita Lain