oleh

Permasuri PB XIII Hadiri Perayaan Tradisi Yaa Qowwiyu Ki Ageng Gribig

-Budaya, Tradisi-2.280 views

LOKABALI.COM- Setelah absen selama 2 tahun akibat pandemi Covid19, tradisi sebaran apem Yaa Qowwiyu Ki Ageng Gribig kembali di selenggarakan oleh P3KG (Pengelola Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig) dan Pemerintah Kabupaten Klaten

Hadir pada acara tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Ir. Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani, Permaisuri PB XIII GKR Pakubowono yang hadir di dampingi sentana riya inggil sekaligus tokoh budaya Nusantara KP. Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H, M.Ikom beserta para pejabat Forkopimda Kabupaten Klaten.

BACA JUGA : Kirab Budaya Jarwana (Banjar, Jawa, Cina)

Dr. Andi Budi, pria yang akrab di sapa Gus Andi ini mengatakan, tradisi sebaran apem merupakan tradisi adat yang mengajarkan kepada kita pentingnya nilai dalam bersedekah dan beramal.

Keterangan gambar : Tradisi Yaa Qowwiyu yang di selenggarakan di Jatinom, Klaten. / Foto: Lokabali

‘ Esensi tradisi ini tidak hanya siar Islam, namun lebih dari itu mengajarkan kepada kita semua tentang nilai nilai luhur yang pernah di ajarkan oleh Ki Ageng Gribig ‘ Jelas Gus Andi dalam keteranganya.

Di kisahkan oleh Gus Andi, sebaran apem diawali dari kedatangan Ki Ageng Gribig selepas menunaikan ibadah haji di Mekah.

Keterangan gambar : Gus Andi pada saat bersama Permaisuri PB XIII , Menko Perekonomian RI /foto: istimewa

Sepulang dari tanah suci Ki Ageng Gribig membawa oleh oleh tiga buah kue gimbal yang di bagikan kepada keluarga, santri dan masyarakat. Akan tetapi karena kurang, Ki Ageng Gribig lantas meminta istrinya Nyai Ageng untuk membuat jladrenan (adonan) tepung beras di campur dengan sisa kue gimbal, di buat menjadi kue apem. Setelah selesai kemudian di bagikan kepada warga masyarakat.

BACA JUGA : Kolaborasi Kebudayaan Dunia Pada Orkestra G20 Di Borobudur

Sementara itu nama tradisj Yaa Qowiyyu diambil dari doa Kiai Ageng Gribig yang berbunyi Yaa Qowiyu Yaa Aziz Qowina wal Muslimin yang artinya Ya Tuhan, zat yang maha kuat, Ya Allah zat yang maha menang, mudah mudahan memberikan kekuatan kepada kami dan kaum muslimin. Sedangkan nama kue apem di ambil dari kata affan yang artinya pemaaf.

Tradisi ini mengajarkan kepada kita semua dalam bersedekah, gotong royong, menjaga persatuan dan kebersamaan melalui nilai nilai luhur yang ada didalam tradisi Yaa Qowwiyu, jelas Gus Andi

Tradisi Yaa Qowwiyu di gelar bertepatan pada bulan Sapar dalam penanggalan jawa, pada hari Jumat antara antara tanggal 12 – 18. /Jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain