oleh

Menelisik Pertukaran Budaya Pasca Kolonial, Bee Dances Tampil di Panggung Ksirarnawa

-Budaya-1.806 views

LOKABALI.COM – Bee Dances merupakan kolaborasi antara koreografer Indonesia, Ninus dan Kareth Schaffer koreografer berbasis di Berlin.

Pementasan ini pertama kali disajikan dalam format digital melalui Youtube streaming pada akhir Februari 2021 di tengah situasi pandemik global.

Di tahun 2022, Bee Dances akhirnya bisa dibawa dan di pertunjukan secara langsung di panggung Ksirarnawa di Taman Budaya Bali, dalam rangka Bali World Cultural Celebrations yang juga bertepatan dengan gelaran Pesta Kesenian Bali.

“Bee Dances menelisik bagaimana pertukaran budaya di masa pasca-kolonial dimungkinkan. Bagaimana perbedaan teknik tarian tersurat dalam tubuh keenam penari, dari Indonesia dan Eropa? Bagaimana penyebaran pengetahuan fisik menyebar keseluruh dunia?”

Bee Dances memetakan keterhubungan antara tari kontemporer sebagaimana yang sering dipentaskan di Berlin dengan teknik tarian tradisional Indonesia, menelusuri keterkaitannya melalui serangkaian intervensi, wawancara, rekonstruksi, dan bentuk koreografi baru.

Tari Bali ‘Oleg Tamulilingan’ karya I Mario yang terkenal dan ‘waggle dance’ lebah madu Asia dan Eropa (apis cerana dan apis mellifera) – istilah yang pertama kalinya dijelaskan dengan tepat oleh ahli zoologi Jerman, Karl von Frisch – adalah referensi utama dari Bee Dances.

Bee Dances juga menjelajah gagasan tentang peran dan kedekatan antara gerakan penyerbukan, konsep, Bahasa, sejarah, fisik dan penari.

Keenam penari dengan diiringi musik contrabass dari Klaus Janek dan iringan musik gamelan dari komposer I Wayan Gede Purnama Gita dan Sanggar Sunari Wakya akan hadir di panggung Ksirarnawa dalam rangkaian acara dan sekaligus pementasan penutup acara Bali World Cultural Celebrations 2022. (*)

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain