LOKABALI.COM- Perhelataan ageng kirab temanten dalam acara nggunduh mantu yang di selenggarakan Presiden RI. H. Joko Widodo di Solo di hadiri jutaan orang dari berbagai lapisan masyarakat.
Mereka datang tidak hanya dari daerah Solo dan sekitarnya, tetapi juga ada yang datang dari luar jawa dan mancanegara.
Kesakralan nggunduh mantu yang di gelar di Loji Gandrung tampak terasa sekali, dengan adanya ritual tradisi adat jawa lengkap dalam setiap prosesinya.
Baca juga : Makna upacara langkahan dalam perhelatan pernikahan erina dan kaesang
Usai acara pasrah terima pengantin selesai, dilanjutkan dengan prosesi kirab temanten menuju Pura Mangkunegaran.
Tampak dalam iring iringan kirab, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang berwibawa dan anggun dalam balutan pakaian adat jawa.

Ucapan selamat kepada mempelai berdua tidak hanya datang dari para pejabat negara, para duta besar dan swasta, tetapi masyarakat dan para budayawan juga mengucapkan hal yang sama.
Salah satu ucapan selamat berbahagia untuk mempelai berdua datang dari sentana dalem riya inggil, sekaligus tokoh budaya Nusantara, KP. Dr. H. Andi Budi S, S.H, M.Ikom.
‘ Kepada mempelai berdua saya mengucapkan selamat berbahagia, sakinah, ma’ wadah, waromah ‘ Ucap pria yang akrab di sapa Gus Andi dalam ucapanya kepada mempelai berdua.
Acara mantu dan ngunduh mantu yang di gelar dalam tradisi adat jawa gagrak Solo dan Jogja sebut Gus Andi tidaklah berbeda, sebab akar budaya dan tradisinya sama.
Perhelatan tersebut tentunya dapat menjadi contoh yang patut di tiru dalam melestarikan adi luhung budaya bangsa. Bahwa banyak nilai nilai keluhuran dalam setiap prosesinya.
Tak terkecuali makna dan simbol simbol yang ada, dapat menjadi tuntunan bagi generasi muda di dalam memahami tradisi luhur budaya bangsa. / jk




















Komentar