oleh

Univet Bantara Sukoharjo Sosialisasikan Percepatan Penurunan Angka Stunting Melalui Dialog Interaktif

-Education-1.659 views

LOKABALI.COM- Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, bekerjasama dengan Kemenkominfo menyelenggarakan acara dialog interaktif percepatan penurunan stunting, bertempat di gedung H kampus Univet Bantara, Sukoharjo.

‘ Dengan menghadirkan narasumber, Drs. Wiryanta, M.A,. Ph.D selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Yunita Dyah Suminar, S.K.M,. M.Sc,.M.Si selaku Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah ‘ Jelas Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, selaku Rektor Univet Bantara Sukoharjo dalam keteranganya.

Keterangan gambar: Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M. Hum/Foto: lokabali

Rektor katakan, alasan di selenggarakanya dialog interaktif adalah untuk sosialisasi kepada masyarakat, melalui peran akademik yang kebetulan Univet Bantara memiliki Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Melalui pengabdian masyarakat, civitas akademi dapat lebih berperan dalam membantu pemerintah menurunkan angka prevelensi stunting, khususnya di Propinsi Jawa Tengah. Kami sadar memiliki tugas Tri Darma, yang salah satunya adalah tentang pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, hal yang berkaitan tentang stanting inilah yang nantinya akan kita galakan.

Saat ini percepatan penurunan angka stunting masih belum mencapai target angka prevelensi, sebagaimana seperti yang di tetapkan oleh WHO di angka 20 persen.

Angka prevelensi kita masih di angka 27% untuk itu melalui Kepres, Pemerintah menargetan di tahun 2024, angka prevelensi stunting di Indonesia bisa mencapai target 17%. Sebagai agen perubahan, keterlibatan akademi dalam program penurunan angka stunting, di harapkan dapat membantu memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Sebab tanpa ada kerjasama dengan seluruh pihak, program penurunan angka prevelensi stunting akan berjalan lambat, jelasnya.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. /Jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain