Hal itu di lakukan, lantaran selain untuk menambah aura dalam pementasan juga membantu kekuatan para penari.
Topeng para penari memang identic dengan perwujudan mahkluk mahkluk ghaib menyeramkan. Bahkan ada juga yang di garap menyerupai hantu pocong.
Perwujudan tersebut ujar Erawati, selaras dengan makna Tari Topeng Gedruk yang menggambarkan kemurkaan para raksasa gunung, akibat kerusakan alam yang di timbulkan oleh ulah manusia.
Baca: Merapi Nagih Janji, Para Penguasa Ghaib Gunung Merapi
‘ Ratusan klinting kuningan yang dikenakan di kaki para penari beratnya hampir delapan kilogram lebih. Jika tidak di dorong dengan kekuatan metafisik, baru beberapa menit saja mungkin sudah nggak kuat. Padahal setiap kali pementasan Tari Topeng Gedruk, paling tidak memakan waktu 30 menit sampai dengan 1 jam’ Terang Erawati menyoal budaya kearifan yang ada dalam tarian Topeng Gedruk.
Mengarahkan dan menanamkan maindset para penari agar bisa mengendalikan pikiran saat trans kata pengasuh LBK Erawati, memang harus di lakukan. Agar penari tetap terarah, meski energy ghaib yang ada dalam topeng tersebut sedikit banyak turut mempengaruhi kondisi para penari.



















Komentar