Pesan pelestarian pada pagelaran tradisi adat merupakan hal penting bagi PLKJ. Sebagai lembaga pusat kebudayaan, PLKJ tidak hanya konsen pada upaya pelestarian budaya khususnya budaya Jawa. Akan tetapi juga memberikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para tokoh yang berjasa terhadap upaya pelestarian budaya.
Kegiatan budaya tradisi adat imbuh Anggoro, juga untuk menanamkan akar kearifan dalam diri generasi muda. Agar memiliki rasa kecintaan dan handarbeni budaya kearifan yang di milikinya. Sebab tanpa kenal tak mungkin mencintai. Dari mencintai akan tumbuh rasa memiliki dan keinginan untuk melestarikanya.
Hilangnya semangat memiliki budaya sendiri saat ini bagi Anggoro, sudah memasuki fase kritis serta menjadi keprihatinan PLKJ dan para tokoh budaya yang hadir pada acara wilujengan suran.
Gerusan budaya asing dan ideologi yang merusak sendi sendi negara harus di bentengi melalui kekuatan budaya. Sebab salah satu cara dalam merusak bangsa adalah memutus generasi muda atas budaya yang di milikinya. Sehingga akan mudah di pengaruhi, di pecah dan di jajah.
Budaya kearifan juga membentuk generasi muda yang beradab, berahklak dan berbudi pekerti luhur. Menjadi manusia yang memahami nilai nilai luhur kehidupan. Senantiasa mengedepankan gotong royong dan toleransi. Memiliki karakter dan jatidiri sebagai manusia yang berbudi luhur, seperti harapan leluhur masyarakat Jawa yang senantiasa mengedepankan tata budi, adat istiadat kesopanan di tengah masyarakat.




















Komentar