oleh

Nasi Liwet, Dari Sesaji Menjadi Sajian Yang Mampu Menjadi Daya Tarik Sektor Wisata

-Budaya-2.126 views

LOKABALI.COM-Dari sesaji menjadi sajian, begitulah kata yang tepat bagi kuliner tradisional yang di budidaya dan di kembangkan kembali menjadi sajian modern yang mampu diadaptasikan di berbagai kondisi jaman.

Kuliner tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal yang menjadi salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu sebagai pewaris, kita wajib menjaga dan melestarikanya.

Seperti halnya apa yang akan di lakukan oleh Forum Budaya Mataram. Sebagai bentuk cara nyata menjaga dan melestarikan kuliner tradisional, Forum Budaya Mataram akan mengukuhkan Kota Solo sebagai Kota Nasi Liwet.

Keterangan gambar : Ketua FBM, Dr. BRM Kusuma Putra, SH, MH ( Baju Putih ) bersama pengurus FBM saat melakukan kunjungan ke dinas terkait dalam rangka pelaksanaan pengukuhan Solo sebagai Kota Nasi Liwet/ Foto: Lokabali

Pengukuhan ini di lakukan agar Nasi Liwet tetap lestari dan menjadi ikon Kota Solo, selain masakan tradisional lainya seperti tengkleng, yang rencananya juga akan di kukuhkan sebagai ikon wisata kuliner.

‘ Sebagai Kota Budaya, ragam kuliner tradisional yang di ada di kota Solo tidak hanya dapat di kembangkan lebih menarik untuk daya tarik wisatawan tanpa meninggalkan simbol simbol di dalamnya. Akan tetapi lebih dari itu, kuliner tradisional juga dapat menjadikan Solo sebagai destinasi wisata kota kuliner favorit yang mampu menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara’ Demikian di sampaikan oleh Dr. BRM Kusuma Putra, S.H, MH selaku Ketua Umum Forum Budaya Mataram.

Kusuma, dukungan semua pihak dalam pengukuhan Solo sebagai Kota Nasi liwet merupakan bentuk kebersamaan menjaga budaya bangsa, khususnya pembangunan budaya di kota Solo.

Pengukuhan Solo sebagai Kota Nasi Liwet kata Kusuma, bukanlah acara Forum Budaya Mataram, melainkan acara masyarakat Solo yang sangat mencintai budayanya sendiri.

Oleh sebab itu dukungan dan apresiasi yang di berikan seluruh lapisan masyarakat, merupakan bukti kebersamaan dan kecintaan kita bersama terhadap budaya bangsa.

Dampak dari kegiatan budaya tersebut di harapkan oleh Ketua FBM mampu mendongkrak destinasi wisata, sektor wirausaha, jasa dan perekonomian Solo secara merata.

Upaya pelestarian tidak hanya berhenti usai pengukuhan, melalui lembaga pelestari, FBM juga akan mendorong pemerintah untuk segera mematenkan Nasi Liwet sebagai warisan tak berbenda ke Unesco.

Pemerintah Kota Solo di dorong juga dapat menyelenggarakan festival Nasi Liwet maupun festival kuliner tradisional lainya, sebagai bentuk pelestarian masakan tradisional.

‘ Sekaligus mengembangkan kuliner tradisional nusantara sesuai dengan kondisi jaman saat ini’ Tukasnya. / Jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain