LOKABALI.COM- Komunitas pecinta sejarah dan budaya Karanganyar yang tergabung dalam Semak Belukar ( Sesarengan Makaryo Belusukan Karanganya), Sabtu siang (18/3) menggelar acara belusukan di derah Kemuning dan Jenawi dalam rangka milad ke 2 Komunitas Semak Belukar.
Baca juga :
Jan Ethes di ajak Gibran menerima miniatur ogoh ogoh
Selain mengunjungi Sendang Gondang tempat pelaksanaan upacara Melasti di Kemuning, komunitas Semak Belukar juga menyusuri sejarah kemerdekaan RI di monumen RRI Balong dan monumen Gatot Subroto.
Keris pasopati pusakanya para pemimpin di nusantara
‘ Usai dari monumen RRI, di lanjutkan ke Candi Cetho dan Patirtan Sapto Rsi ‘ Jelas Endang, selaku koordinator Komunitas Semak Belukar dalam keteranganya.
Endang, di Patirtan Sapto Rsi kami menggelar diskusi sejarah, sekaligus mendengarkan cerita jejak Pamoksan Brawijaya dari Pak Jayadi yang merupakan tokoh masyarakat Dusun Babar.
Endang katakan, melalui komunitas Semak Belukar ia mengajak anak anak muda untuk mengenal dan mencintai sejarah. Sebab tanpa pernah kenal, mustahil akan mencintai dan merasa memiliki.
Baginya sejarah Nusantara tak hanya merupakan perjalanan peradaban sebuah bangsa, namun juga terdapat budaya adi luhung. Untuk itu melalui komunitas pecinta sejarah dan budaya, Semak Belukar mengajak insan generasi muda menyusuri jejak sejarah yang ada.
Meski masih hanya sebatas di wilayah Kabupaten Karanganyar, akan tetapi melalui kegiatan ekplorasi sejarah, tempat tempat bersejarah dapat di angkat dan dikenalkan kembali kepada masyarakat secara luas.
‘Agar masyarakat tumbuh kecintaanya pada sejarah yang ada ‘ Pungkas Koordinator Semak Belukar / Jk












Komentar