oleh

KRMH Roy Rahajasa Di Daulat Sebagai Cucuk Lampah Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Di Puro Mangkunegaran

-Berita, Budaya-4.654 views

LOKABALI. COM- Kirab malam 1 Suro Ehe 1956 /2022 yang jatuh pada hari Jumat malam – Sabtu dinihari (29-30/7), oleh Puro Mangkunegaran diperingati dengan cara menggelar Kirab Pusaka Dalem mengelilingi Puro Mangkunegaran.

Setelah beberapa tahun kirab pusaka di tiadakan lantaran wabah pandemi Covid 19, tahun ini rencananya tradisi tersebut akan di gelar kembali.

Menurut Plt. Pengageng Kantor Pariwisata Pura Mangkunegaran, MNg Joko Pramudyo dalam releasenya, kirab pusaka dalem diawali lebih dulu dengan prosesi memohon izin kepada SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X . Usai mendapatkan ijin barulah upacara prosesi kirab di lakukan.

Kirab diawali dari gerbang utama Puro Mangkunegaran di Jl. Ronggowarsito. Kemudian berbelok ke kanan ke arah Jalan Kartini. Selanjutnya di Jl. R.M. Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali lagi ke Puro Mangkunegaran.

Kirab Pusaka Dalem rencananya dipimpin oleh KRMH. Roy Rahajasa Yamin, bertindak selaku cucuk lampah yang di ikuti oleh keluarga, kerabat, para abdi dalem Mangkunegaran, tamu undangan dan masyarakat umum.

Setelah prosesi Kirab Pusaka Dalem selesai, dilanjutkan dengan prosesi semedi di Pendapa Agung dan Paringgitan Puro Mangkunegaran hingga Sabtu, 30 Juli 2022 / 1 Suro dini hari.

Selama prosesi kirab, para peserta tidak diperkenankan memakai alas kaki dan berbicara, sebagai bentuk menjalin hubungan keselarasan antara manusia dengan alam semesta, yang dalam hal ini adalah bumi.

Selain menjaga hubungan dengan alam semesta, hal yang paling utama pada acara kirab yakni ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan tujuan semedi dimaksudkan, agar manusia mengingat siapa dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sekaligus bentuk kewaspadaan diri terhadap sifat nafsu yang menggoda nurani manusia.

Para kerabat, tamu undangan, dan masyarakat umum yang mengikuti Kirab Pusaka dan prosesi semedi, diwajibkan mengenakan pakaian jawa lengkap warna hitam. Memakai keris bagi laki-laki dan kebaya jawa nyampingan ukel tradisi Jawa cunduk penyu bagi perempuan.

Dengan ketentuan, selain Pangeran dan Bupati Sepuh tidak diperkenankan mengenakan batik motif parang, motif lereng, dan pakaian berbahan beludru. Bagi seluruh peserta kirab diharapkan hadir di Puro Mangkunegaran sejak pukul 18.00 WIB./ release Puro Mngkunegaran /jk

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain