LOKABALI.COM- Patirtaan Jolotundo di lereng Gunung Penanggungan Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto merupakan kolam mata air peninggalan orang tua raja Erlangga, yang di kenal sebagai Raja Udaya dari Bali.
Di kisahkan, percintaan Raja Udaya dengan Putri Guna Priya Dharma dari Kediri, kemudian melahirkan seorang bayi laki laki yang di beri nama Erlangga.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 991 Masehi yang di ketahui dari pahatan tahun yang ada pada dinding patirtan Jolotundo.
Untuk memperingati kelahiran putranya yang bernama Prabu Erlangga, maka Raja Udaya membuat patirtan Jolotundo pada tahun 997 Masehi.
Baca juga : kirab tingalan jumenengan dalem pb xiii di kraton solo
Selain sebagai tanda cinta raja udaya kepada istrinya yang telah malahirkan anak laki lakinya, sumber lain menceritakan, patirtan Jolotundo merupakan lokasi bertapa Prabu Erlangga usai ia mengundurkan diri dari Raja di Kerajaan Kahuripan.
Di kisahkan pada jaman dahulu kala, kolam patirtan Jolotundo juga merupakan tempat pemandian para petinggi Kerajaan Kahuripan. Hal itu diketahui dari struktur bangunan patirtan yang terbuat dari bahan batu adhesit yang sangat istimewa, ditambah lagi ukiran relief yang dibuat dengan pahatan tangan.
Patirtan Jolotundo memiliki 52 pancuran air yang sumber mata airnya berasal dari dalam tanah lereng Gunung Penanggungan.
Hebatnya, air parirtan jolotundo di akui warga masyarakat tidak pernah kering meski kemarau berjepanjangan.
Sementara itu bagi masyarakat jawa sendiri, Patirtan Jolotundo merupakan tempat sakral untuk sesuci setiap bulan sura dalam penanggalan jawa.
Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika setiap bulan sura atau malam malam tertentu banyak masyarakat melakukan ritual sesuci di Patirtan Jolotundo.
‘ Sebagai cara untuk membersihkan diri sebelum memohon kepada Tuhan Sang Maha Kuasa’ Jelas mbah Parmin, warga desa sekitar yang kerap mengantarkan para tamu sesuci di Patirtan Jolotundo.
Di tambahkan mbah Parmin, Patirtan Jolotundo sejak dari jaman Raja Udaya sampai sekarang tidak pernah berubah. Kolam pemandian laki laki di sisi sebelah timur, sedangkan wanita di sisi sebelah barat.
Pengunjung yang akan mandi di kolam patirtan tidak di perkenankan menggunakan sabun dan shampo untuk menjaga keaslian alam patirtan Jolotundo.
Agar tidak ada kandungan bahan kimia disekitar patirtan. Sebab dikawatirkan kandungan tersebut dapat merusak keaslian kolam Patirtan Jolotundo.
Menurut penelitian para ahli, konon air patirtan jolotunda memiliki kadar terbaik di bawahnya air zam zam.
Oleh karena itu tidaklah mengherankan, jika setiap hari banyak warga mengambil air untuk kebutuhan kesehatan maupun kerohanian dan upacara adat. / Jaz



















Komentar