Tak terkecuali kemarahan Calon Arang saat ini, hanya karena alasan tak ada pria yang mendekati putrinya, ia lantas mengajak murid muridnya menebar teluh kepada warga desa. Bersama Weksirsa, Maesa Wadana, Lande, Larung Guyang dan Gandhi, Calon Arang mengajak murid muridnya pergi ke Candi Durga.
Di hadapan patung Hyang Durga, Calon Arang membaca kitab pusaka sambal menari mengitari patung Durga. Beberapa saat ritual puja mantram di lakukan, tiba tiba dari arca Durga keluar sosok berwajah menyeramkan. Matanya besar, taring keluar dari mulutnya dan berambut Panjang. Sosok tersebut tak lain adalah Bathari Durga.
Di hadapan junjunganya, Calon Arang bersama para murid muridnya menyembah sujud. Dahinya menempel hingga merapat dengan tanah. Sedikitpun para murid muridnya tak ada yang berani bergerak.
“ Hai anak mami, Calon Arang, ada apa engkau memanggilku dengan mempersembahkan sesaji puja mantram. Katakanlah wahai anakku’
‘ Sembah bakti hamba sang Bathari, Mohon berilah ijin kepada hamba yang akan menyebar wabah kematian ‘ Tutur Calon Arang menyampaikan permohonananya di hadapan Bathari Durga.
‘ Anaku Calon Arang, aku beri ijin namun jangan orang orang yang ada di dalam kota praja, hanya mereka yang ada di pinggiran saja.’ Perintah sang Bathari memberikan ijin kepada Calon Arang.
Usai melakukan puja mantra di Candi Durga, Calon Arang kembali ke Desa Dirah. Sesampainya ia diperempatan jalan desa, Calon Arang bersama murid muridnya kemudian menggelar ritual pasang teluh sembari menari melingkar di iringi gamelan kemanak.
Suasana desa malam itu berubah serasa sangat dingin menyeramkan. Aura hitam menyelimuti desa desa di pinggiran kota praja. Warga desa tanpa sebab tiba tiba sakit dan meninggal dunia. Pagi sakit, sore mati. Sore sakit, pagi mati. Banyak anak kehilangan orang tuanya, banyak orang tua juga kehilangan anak anaknya. Kematian silih berganti, mayat bergelimpangan di jalan jalan.
Kondisi kematian warga desa yang tak wajar akhirnya sampai ke telinga Raja Erlangga. Di hadapan Raja Erlangga, punggawa kerajaan menceritakan sebab musabab wabah kematian yang melanda warga desa, tak lain dari ulah Calon Arang yang memasang teluh, wabah dan pageblug.
Mendengar keterangan punggawa kerajaan, Raja Erlangga lantas memerintahkan para prajurit untuk menangkap Calon Arang . Kedatangan puluhan prajurit di Desa Dirah langsung menuju di kediaman Calon Arang. Kebetulan saat itu Calon Arang tengah tertidur di atas bale






Komentar