oleh

Bulan Sura Penanggalan Jawa

-Budaya-5.066 views

Tiap tahun dalam penanggalan Jawa memiliki arti dan nama sendiri sendiri dalam perjalananya selama sewindu (delapan tahun).
Nama nama tahun dalam sewindu diantaranya, Alif, Ehe, Jimawa, Je, Dal, Be, Wawu dan Jumakir.

Pada kalender penanggalan tahun jawa terdapat ke istimewaan yang berhubungan dengan umur dan weton manusia. Dalam penanggalan tahun jawa dikenal istilah tumbuk cilik dan tumbuk gede. Tumbuk artinya bertemu.

Saat tumbuk cilik, weton dan tanggal lahir manusia akan bertemu di saat waktu yang pas. Sedangkan pada tumbuk besar , hari, weton, dukutan serta seluruh petung penanggalan hari lahir seseorang semuanya akan bertemu, sama seperti pertama kali di lahirkan. Tumbuk gede terjadi hanya 64 tahun sekali.

Sementara itu kepercayaan bulan suro pantang untuk menggelar hajatan berkaitan dengan keramaian dan suka suka, sebenarnya tradisi masyarakat jawa yang sudah di lakukan secara turun temurun.

Mitos hanya keraton saja yang boleh menggelar hajatan pada bulan sura sebenarnya keliru. Sebab pada bulan tersebut, Keraton sebagai pemangku kebudayaan juga menggelar upacara ritual berkaitan dengan nilai nilai Ketuhanan, dengan harapan keraton beserta para kawulanya senantiasa di berikan berkah kemakmuran dan keselamatan.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain