LOKABALI.COM-Kejayaan kerajaan Majapahit tidak hanya dikenal di seluruh dunia sebagai negara yang makmur gemah ripah, akan tetapi armada perang Majapahit juga di takuti negara negara di penjuru dunia.
Hal tersebut dapat di buktikan dengan banyaknya wilayah yang di satukan oleh Maha Patih Gajah Mada dalam sumpah Palapa.
Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit sekaligus raja pertama yang memerintah pada tahun 1293-1309 dengan gelar Prabu Kertarajasa Jayawardana merupakan sosok yang sangat berperan dalam membangun pondasi dasar Kerajaan Majapahit.
‘ Sehingga Majapahit menjadi salah satu kerajaan besar yang sampai saat ini di akui oleh dunia ‘ Terang KP. Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, SH. M. Ikom
Sentana dalem riya inggil Keraton Kasunanan Surakarta yang akrab di sapa Gus Andi menambahkan, Raden Wijaya merupakan putra pasangan Rakyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal. Ayahnya putra Prabu Guru Darmasiksa, raja Kerajaan Sunda Galuh, sedangkan ibunya adalah putri Mahisa Campaka dari Kerajaan Singhasari. Dengan demikian Raden Wijaya merupakan perpaduan darah Sunda dan Jawa.
Untuk mengenang jasa Raden Wijaya dalam membangun peradaban Nusantara, sentana riya inggil yang juga tokoh budaya Nusantara tersebut, kerap berziarah ke makam para leluhur, salah satunya di makam Raden Wijaya dan petilasan Prabu Hayam Wuruk maupun Putri Campa, di Trowulan Mojokerto.
‘ Ziarah di lakukan dalam rangka mengenang kembali jasa para leluhur yang telah membangun peradaban nusantara.’ Terang Gus Andi mengungkapan alasanya melakukan ziarah ke makam para leluhur Nusantara.
Gus Andi berharap, generasi muda dapat mengikuti jejak para leluhur dalam membangun bangsa dan negara. Sebab di atas pundak mereka bangsa ini di letakan untuk menggapai kemakmuran dan kesejahteraan.
Di kompleks makam Raden Wijaya terdapat lima nisan diantaranya nisan Ghayatri, permaisuri Raden Wijaya, dua orang selir yang bernama Dhoro Pethak dan Dhoro Jinggo, serta abdi dalem kinasihnya
Tak jauh dari komplek makam Raden Wijaya terdapat dua makam pengawal Raden Wijaya yang bernama Sapu Jagat dan Sapu Angin / Jk



















Komentar